Jalinbar Gigi Hiu Kelumbayan Tanggamus Tertimbun Longsor

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Jalan Provinsi lintas barat yang berbeda di sepanjang jalur lintas Gigi Hiu Pekon (Desa) Susuk Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus tertimbun material tanah longsor dan pohon tumbang. Hingga Kamis (5/8) Sore sekitar Pukul 18.30 WIB jalan belum dapat dilalui kendaraan bermotor baik roda dua maupun mobil. 

Bencana longsor ini terjadi akibat hujan deras mengguyur sejumlah kecamatan di kabupaten Tanggamus pada beberapa hari terakhir. 

Bacaan Lainnya

Camat Kelumbayan, Nauval Syahri, S.Sos ketika dikonfirmasi medialampung.co.id mengungkapkan, terdapat 6 titik longsor yang parah, yakni berada di jalinbar Way Muli Pekon Susuk. 

Dimana badan jalan tertimbun tanah longsor dan pohon kayu yang tumbang. 

Hingga sore itu kondisi jalan belum dapat dilalui kendaraan bermotor roda empat (mobil). Sedangkan kendaraan roda dua (motor) walaupun dapat melintas harus bersusah payah dan sulit. 

Atas kondisi tersebut lanjut Nauval, tim UPTD Wilayah 5 Bina Marga Provinsi Lampung telah turun ke lokasi longsor dan melihat secara langsung. 

“Menurut pihak Bina Marga Provinsi, Pak Ahmad Ikhwani kondisi longsor tersebut segera dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan di Provinsi untuk secepatnya menurunkan alat berat, guna membersihkan material longsor,” terang Camat. 

Atas longsor tersebut lanjutnya, pihak kecamatan bersama masyarakat juga terus berusaha bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

Namun untuk empat titik terparah dari enam titik longsor, membersihkan material longsor harus menggunakan alat berat. 

“Karenanya masyarakat sangat mengharapkan segera diturunkannya alat berat untuk membersihkan material longsor, agar lalulintas kendaraan bermotor kembali lancar,” kata Nauval.

Terpisah kepala BPBD kabupaten Tanggamus, Ediyan M Toha ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan bina marga provinsi agar secepatnya ruas jalan kembali terbuka dan arus lalulintas kembali normal. (ehl/mlo)


Pos terkait