Jangan Bergantung Singkong, Coba Tanam Padi Gogo!

  • Whatsapp

Medialampung.co.id. – Menyikapi anjloknya harga singkong yang selalu dikeluhkan petani, Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarsono memberikan salah satu solusi beralih tanam. Yakni menanam padi gogo atau padi yang ditanam di tanah kering.

Sumarsono menyatakan lebih baik petani singkong mencoba menanam padi gogo. “Daripada ribut masalah harga singkong anjlok, lebih baik petani singkong mencoba beralih tanam. Menanam padi gogo di lahan yang biasa ditanami singkong. Hasilnya lebih menguntungkan dibanding menanam singkong. Waktu panennya juga pendek seperti padi umumnya empat bulan,” katanya.

Penanaman padi gogo, kata Sumarsono, sudah dilakukan empat bulan lalu. “Saya sudah coba tanam di lahan 1 hektar dengan luas tanam 3/4 hektar. Modalnya juga nggak besar,” ujarnya.

Jenis padi gogo yang ditanam, kata Sumarsono, MSP 13. “Varietas padi gogo yang ditanam MSP 13. Bisa ditanam di lahan kering dan sawah. Sebelum ditanam di lahan yang luas, saya mencoba menanam padi gogo di pekarangan dekat rumah. Pupuk dan obat dari bahan organik,” ungkapnya.

Masalah modal, kata Sumarsono, tidak banyak. “Biaya menanam padi gogo sekitar Rp2 jutaan per hektar. Hasilnya bisa 4 ton. Jelas lebih menguntungkan dibanding menanam singkong,” katanya.

Sekali lagi, kader PDI Perjuangan ini mengajak petani bisa menerapkan apa yang telah dilakukannya. “Cobalah lakukan apa yang saya lakukan di ladang masing-masing. Jangan bergantung menanam singkong. Hukum pasar berlaku. Jika barang berlebih di pasaran, harga pasti anjlok. Pengusaha singkong tidak mungkin ditekan menaikkan harga. Apalagi impor tapioka sekarang ini masih terus berjalan,” tegasnya. (sya/mlo)




Pos terkait