Jangan Panik, Satu Warga Lambar Positif Covid-19

  • Whatsapp
foto ilustrasi

Medialampung.co.id – Satu warga Kabupaten Lampung Barat positif terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), hal itu berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung yang diumumkan Kamis (2/4).

Pasien berinisial S warga Kecamatan Sekincau yang positif terpapar Covid-19 tersebut sebelumnya merupakan PDP, pasien Rumah sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) yang merupakan rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar.

Bacaan Lainnya



Selain menyampaikan data terkait dengan adanya warga Lambar yang positif terpapar Covid-19, data perkembangan Covid-19 oleh Dinkes Provinsi Lampung juga disebutkan sebanyak 40 orang dalam pemantauan (PDP) dan satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Lambar.

Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan adanya warga Lambar yang positif terpapar Covid-19 tersebut. Namun ia juga terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

”Terkait dengan seperti apa hasil pemeriksaan laboratorium saya belum tahu. Namun hal yang yang baik perlu kita sampaikan, begitu juga dengan yang kurang baik juga perlu kita sampaikan, upaya preventif dan kewaspadaan itu penting, namun saya imbau masyarakat agar tidak panik tetapi tetap waspada,” ungkap Parosil.

Sayangnya, Kepala Dinkes Lambar Paijo, SKM, M.Kes., selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Lambar belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan laboratorium hingga riwayat terpapar Covid-19 tersebut.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memperbaharui data terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Lampung Kamis (2/4). Dimana ada tiga penambahan pasien positif. Positif kini tersebar di Lampung Barat 1 orang, Lampung Tengah 1 orang, Bandarlampung 9 orang.

“Iya benar ada penambahan tiga pasien positif di provinsi Lampung, nanti saya akan ceritakan riwayat perjalanannya namun untuk saat ini saya belum mendapatkan informasi yang jelas. Tapi yang jelas mereka pasien baru, dan bukan hasil tracing,” beber Kadinkes Provinsi Lampung Reihana melalui pesan WhatsAppnya.

Dari data yang ada, di Provinsi Lampung tercatat ada 11  pasien positif, satu diantaranya meninggal dunia, dan dua diantaranya telah dinyatakan sembuh. Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) ada 1074 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 20 orang, di mana 13 diantaranya tengah dirawat dan tujuh diantaranya dalam pantauan tenaga kesehatan.

“Jadi untuk pasien yang sudah dinyatakan sembuh, pasien 01 dan 03, mereka saat ini belum dikeluarkan dari rumah sakit karena sedang memperbaiki keadaan umum pasien tersebut,” tambah Reihana.

Dia melanjutkan, tentu nantinya saat keluar dari rumah sakit akan diberi beberapa edukasi yang harus dilakukan oleh mereka. Diantaranya tetap melakukan isolasi mandiri atau karantina mandiri di rumah dengan cara memakai masker, tidur berbeda tempat dengan keluarga yang lain, tidak memakai alat makan sendiri dan juga cuci baju bekas pakai sendiri. Dan melaporkan kondisinya kepada petugas kesehatan jika ada keluhan.

Untuk jumlah ODP, Reihana mengatakan terus meningkat karena ada pendatang. Dan karena  Provinsi Lampung tidak menerapkan lockdown atau karantina wilayah, maka pihaknya akan terus mendata orang yang masuk ke Lampung baik dari luar negeri maupun dalam  negeri terutama daerah terkonfirmasi covid-19.

“ODP terus meningkat karena ada beberapa yg masuk ke Lampung mulai TKI, dan ada juga data dari pesantren data sudah dikomunikasikan dan datanya sudah diserahkan ke kab kota terkait data-data itu. Peningkatan ODP karena lonjakan pendatang, kemudian dari Pemprov, kan tidak lockdown dan karantina wilayah maka tidak ada yg melarang orang masuk ke Lampung. Kerja kita memang berat,  karena harus mendata orang-orang yang masuk ke Lampung. Namun kami tetap,” imbuhnya. (nop/rnn/mlo)



Pos terkait