Jangan Tutupi Riwayat Perjalanan Pasien

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id-Pasien dan keluarganya diminta  terbuka terhadap riwayat perjalanannya sebelum menjalani perawatan di rumah sakit.

Ini agar kejadian seperti di RSUD Pringsewu yang terpaksa “meliburkan” sejumlah dokter dan perawatnya akibat adanya pasien yang cenderung berusaha menutupi riwayat kontak atau baru pulang dari daerah zona merah COVID-19.

Bacaan Lainnya



“Kasian paramedisnya, meski belum tentu COVID-19 tapi bila pernah kontak atau dari daerah zona merah COVID-19 tentunya perlu pengawasan,” ungkap Wabup Pringsewu H. Fauzi.

Untuk itu lanjutnya kejujuran pasien dan keluarganya diperlukan. Sehingga tidak membuat repot semua pihak. Apalagi keberadaan tim medis sangat diperlukan dalam kondisi sekarang.

Terkait kondisi keluarga ABG pasien RSUD Pringsewu yang sebelumnya berusaha menutupi riwayat kontak atau riwayat baru pulang dari daerah endemis yang berakibat  sejumlah dokter dan perawat menjalani isolasi mandiri menurut Fauzi pihaknya tak dapat berbuat banyak.

Hal ini mengingat yang bersangkutan bukan merupakan warga Kabupaten Pringsewu. Sedangkan untuk bocah dua tahun yang sempat menjalani perawatan di RSMH dijelaskan Fauzi sudah diperbolehkan pulang. “Kondisinya sudah baik,” singkatnya. (sag/mlo)



Pos terkait