Jaring Asmara, Winarsih Terima Keluhan dan Usulan Konstituen

  • Whatsapp
Winarsih saat menggelar pertemuan dengan konstituen dalam rangka reses di Pekon Roworejo dan Sidorejo.

Medialampung.co.id – Masyarakat Pekon Roworejo dan Sidorejo Kecamatan Suoh Lampung Barat, menuntut status lahan yang mereka tempati dan manfaatkan untuk berkebun bisa diperjelas.

Karena seperti diketahui, dua wilayah itu sebagai besar berada di dalam Hutan Lindung (HL) serta berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sehingga status lahan yang mereka tempati selama puluhan tahun hingga saat ini tidak ada kejelasan.

Bacaan Lainnya



Hal tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan masyarakat kepada Winarsih, anggota DPRD Lambar dari Dapil Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS) saat menggelar Jaring Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara) dalam rangka reses di dua pekon itu.

“Untuk pekon Roworejo dan Sidorejo keluhan ataupun usulan kurang lebih hampir sama. Masyarakat meminta status tanah diperjelas karena mereka ingin seperti pekon lain yang memiliki sertifikat tanah, karena memang selama ini statusnya mereka berada dalam Hutan Lindung dan berbatasan langsung dengan TNBBS,” ungkap Winarsih.

Selain masalah status tanah, kata dia, masyarakat di dua pekon itu sangat mendambakan penerangan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang diyakini itu akan membuat pekon itu bisa mengejar ketertinggalan dari pekon-pekon lainnya.

“Masyarakat juga mengusulkan agar kuota pupuk subsidi juga ditambah, mengingat kedua pekon tersebut merupakan perkebunan kopi dan wilayah persawahan, sehingga sangat mengharapkan ketersediaan pupuk dalam rangka peningkatan produktifitas.

“Usulan lainnya yang saya terima yakni,  masyarakat mengusulkan irigasi persawahan seperti di Pekon Roworejo kemudian di dusun semaka jaya Pekon Sidorejo masyarakat mengharapkan jaringan air bersih yang sudah pernah diajukan pada saat Musrenbang kecamatan tahun lalu agar segera terealisasi,” kata dia.

Terusnya, usulan yang disampaikan masyarakat tersebut akan dibawa ke lembaga DPRD untuk dibahas lebih lanjut, dan diusulkan ke pihak eksekutif untuk dipertimbangkan.

“Jadi akan saya perjuangkan di DPRD,” imbuhnya. (nop/mlo)



Pos terkait