Jaring Jurnalis Muda, RRI Lampung Gelar Pelatihan Jurnalistik Radio

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Hari Bhakti Radio Republik Indonesia ke-75, RRI Lampung mengadakan pelatihan jurnalistik radio untuk mahasiswa dan umum.

Dalam kegiatan pelatihan Jurnalistik Radio mengundang beberapa narasumber praktisi jurnalistik Dendi Ibrahim dari Teras Lampung dan Kepala Bidang Pemberitaan RRI Lampung Yudi Ardianta, Kamis (27/8).

Bacaan Lainnya



Untuk pelatihan jurnalistik tersebut, RRI Lampung mengutamakan mereka yang berumur 18 Tahun dan menyukai tantangan sebagai jurnalis Radio.

Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan penyiaran dan jurnalistik bagi mereka yang nantinya ingin melanjutkan karir sebagai broadcaster.

Pelatihan yang digelar selama dua hari itu dibuka secara langsung oleh kepala RRI Provinsi Lampung Joko purnomo dan diikuti peserta yang terdiri dari mahasiswa serta kalangan remaja yang sudah mengikuti broadcaster akademi di RRI Lampung Pro 2 FM.

Sedangkan peserta yang mengikuti pelatihan jurnalistik RRI dibatasi hanya 30 orang dan dibagi menjadi dua sesi, selanjutnya akan dipilih menjadi 10 orang yang akan ditawarkan menjadi kontributor RRi Provinsi Lampung

Fahriyal, Ketua pelaksana acara pelatihan jurnalistik RRI mengatakan, dalam pelatihan ini RRI mencari jurnalis muda yang punya potensi menjadi kontributor.

Sebelum mengikuti pelatihan jurnalistik Radio, RRI Lampung tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan Hand Sanitizer serta melakukan pengecekan suhu tubuh.

“Selama pelatihan ini peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang berkompeten dalam dunia jurnalistik, setiap materi yang diberikan akan langsung kita praktekkan di lapangan agar peserta juga memiliki mental yang kuat saat mewawancarai pejabat publik,” tutur Fahriyal.

Peserta yang lulus uji kompetensi ini, lanjutnya, akan mendapatkan sertifikat agar peserta pelatihan dapat menggunakannya dengan baik.

Mila, salah satu peserta dari Universitas Serang Raya, mengungkapkan, pelatihan ini sangat membantunya memahami dalam mencari berita untuk radio.

Dia mengikuti pelatihan jurnalistik RRI berawal dari informasi temannya yang kuliah di UIN. lanjutnya dia tertarik dengan pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh RRI.

“Sekarang saya bisa membedakan antara berita radio dan media online, dalam pelatihan ini kita diajarkan  harus bisa membuat sebuah  berita bagi pendengar radio, yang tulisan yang tidak terlalu panjang seperti media online,” ujarnya.

Sementara, narasumber dari praktisi jurnalistik, Dendi Ibrahim menjelaskan, melalui pelatihan jurnalistik RRI tersebut, ia berharap adanya bibit-bibit jurnalistik muda yang menginginkan tantangan dan mempunyai mental dalam mencari berita.

“Sekarang ini memang anak muda sudah berkurang minatnya untuk menjadi jurnalis, bisa jadi mereka berpikir karena sulitnya mencari berita dan menemui narasumber. Dalam pelatihan ini ada tiga kategori yang perlu diperhatikan yaitu Report on the spot dan Laporan pandangan mata, serta Reportase,” tuturnya.

Namun demikian, kata Dendi, setiap jurnalis harus melihat bagaimana cara membuat berita yang bisa menarik pendengar radio karena itulah yang membedakan berita radio dengan media cetak atau online.

“Setiap peserta kita berikan format  agar bisa mengembangkan suatu isu yang bisa menjadi berita menarik bagi pendengar radio yang memang sekarang ini banyak perubahan dalam era digitalisasi,” pungkasnya.(*/mlo)



Pos terkait