Jaring Usulan Masyarakat, Pekon Kubuliku Jaya Gelar Musdus

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rembug warga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat pekon. Sehingga, untuk menampung masukan rencana pembangunan secara partisipatif dan menginventarisir perkembangan kebutuhan masyarakat maka lebih dulu diawali dengan musyawarah ditingkat pemangku/dusun (Musdus).

Seperti yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pekon Kubuliku Jaya, Kecamatan Batuketulis Kabupaten Lampung Barat, Rabu (8/9).

Bacaan Lainnya

Peratin Kubuliku Romlan menuturkan, musdus dilaksanakan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan di wilayah pemangku yang mencakup bidang sosial-budaya, ekonomi produktif, dan sarana dan prasarana fisik lingkungan berikut alternatif solusi atau pemecahan masalahnya.

“Selanjutnya melalui musdus kita akan menetapkan usulan kegiatan prioritas pembangunan yang akan menjadi bahan masukan dalam forum musrenbang Pekon,”jelasnya.

Sehingga, terusnya, Musdus ini sifatnya wajib, karena merupakan barometer atau tolak ukur pemerintah pekon dalam melaksanakan amanat undang-undang No.6/2014 tentang Desa.

“Jadi usulan ini nanti yang akan kita bawa di Musrenbang pekon atau kita masukkan di RKP Pekon melalui APBP tahun 2022 mendatang,” paparnya.

Lebih lanjut, romlan menerangkan rencana kegiatan di tahun anggaran 2022 tentu masih melekat pada kegiatan pembangunan, kemasyarakatan, pendidikan, pemberdayaan serta beberapa bidang lainnya, bahkan tidak menutup kemungkinan penanganan dan penanggulangan Covid-19 masih turut menjadi prioritas.

“Tentu masih banyak usulan yang belum tercover karena anggaran sebelumnya diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Tapi kita tetap mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan usulan dan dimusyawarahkan bersama, mana yang bisa dimasukkan ke APBP atau bisa kita ajukan ke kabupaten,” pungkasnya.

Seperti diketahui, musdus yang digelar di balai pekon setempat itu dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Acara Dipandu oleh LHP dan dihadiri oleh seluruh tokoh masyarakat.(edi/mlo)


Pos terkait