Jelang Akhir Tahun, Realisasi Pajak Daerah Capai 70,14 Persen

Kepala Bapenda Pesbar, Kasmir, S.Sos, M.M

Medialampung.co.id — Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terus menggenjot penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga tahun anggaran 2021 berakhir. Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat, realisasi pajak daerah hingga Senin (6/12) lalu tercatat telah mencapai Rp7.674.053.540,- dari target sebesar Rp10.940.455.300,- atau terealisasi 70,14%.

Kepala Bapenda Pesbar, Kasmir, S.Sos, M.M., mengatakan, dengan capaian realisasi 70,14% itu, pihaknya tetap optimis hingga akhir Desember 2021 lebih meningkat lagi. Kini Bapenda setempat terus memaksimalkan realisasi pajak daerah tersebut, terlebih masih ada beberapa pajak daerah yang sudah terealisasi tapi belum terinput di Bapenda.

Bacaan Lainnya


“Setiap hari, realisasi pajak daerah itu mengalami peningkatan. Karena itu kita optimis mudah-mudahan bisa terus meningkat. Bahkan diharapkan tercapai target yang diharapkan,” kata dia, Rabu (8/12).

Dijelaskannya, realisasi pajak daerah itu antara lain bersumber dari pajak hotel dari target Rp150.000.000,- terealisasi Rp145.833.902,- atau sebesar 97,26%, pajak losmen dari target Rp110.000.000,- terealisasi 74.746.906,- atau 67,95%. Lalu, pajak restoran dari target Rp540.000.000,- sudah terealisasi sebesar Rp479.156.646,- atau 88,73%.

“Untuk pajak rumah makan dari target Rp40.000.000,- sudah terealisasi Rp35.842.050,- atau 89,61% dan pajak warung makan terealisasi Rp16.100.000,- dari target Rp24.000.000,- atau 67,08%,” jelasnya.

Kemudian, pajak kaferia dari target Rp455.300,- terealisasi Rp1.045.000,- atau over target sebesar 229,52%. Untuk pajak reklame dari target Rp110.000.000,- terealisasi Rp90.427.987,- atau 82,21%. Lalu, pajak penerangan jalan dari target sebesar Rp3.700.000.000,- sudah terealisasi sebesar Rp3.426.259.755,- atau 92,60%. Sementara itu pajak BPHTB dari target Rp600.000.000,- sudah terealisasi Rp592.478.662,- atau 98,75%.

“Sedangkan pajak Galian C dari target Rp200.000.000,- terealisasi Rp183.727.500,- atau 91,86%. Selain itu pajak sarang burung walet dari target 15.000.000,- terealisasi Rp12.130.000,- atau 80,87%,” katanya.

Ditambahkannya, untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) secara keseluruhan baik tahun 2021 dan piutang di tahun 2020 lalu dengan target Rp5.400.000.000,- baru terealisasi Rp2.259.045.132,- atau mencapai 47,98%. Khususnya untuk tahun 2021 dari target Rp4.928.531.328,- baru terealisasi Rp2.278.156.722,- atau 46,22%.

“Kita akui khusus untuk PBB ini masih mengalami kendala dilapangan, rata-rata banyak masyarakat belum setor ke Pemerintah Pekon atau Kecamatan, dan belum bayar karena mengalami kenaikan, padahal itu sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di wilayah masing-masing,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait