Jelang Hari Tenang, Dugaan Money Politics Mulai Merebak di Lamteng

  • Whatsapp

Medialampung.co.id. – Menghitung hari jelang pencoblosan Pilkada Lampung Tengah 9 Desember 2020, dugaan money politics mulai merebak. Salah satunya terjadi di Kampung Haduyangratu, Kecamatan Padangratu.

“Kami dapat laporan dari tim paslon 03 bahwa di Dusun 3 Kampung Haduyangratu ada yang bagi-bagi uang. Kami langsung turun melakukan penelusuran. Kita langsung amankan semua,” kata Ketua Panwascam Padangratu Indra Yusa

Bacaan Lainnya


Indra melanjutkan, penerima dan pemberi sudah diamankan di kantor Panwascam Padangratu. “Penerima dan pemberi sudah diamankan. Ada tujuh orang diamankan dengan barang bukti uang Rp400 ribu dengan pecahan Rp50 ribu. Kita serahkan ke Bawaslu Lamteng karena bukan ranah Panwascam. Sebab, ini terkait tindak pidana. Sudah jelas di UU No. 10/2016 Pasal 187 yang memberi materi dan materi lain diancam hukuman 36 bulan,” ujarnya.

Dari hasil klarifikasi sementara, baik penerima maupun pemberi, kata Indra, mengaku uang itu diduga dari paslon 02 Musa Ahmad-Ardito Wijaya. “Pengakuan sementara karena kami tidak punya cukup bukti. Mereka mengaku dari paslon 02,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua PAC Partai NasDem Padangratu Abdurrahman membenarkan tim paslon 03 mendapatkan 7 saksi terkait dugaan money politics. “Malam kita patroli keliling untuk mengamankan lumbung suara. Kami mendapatkan informasi dari aparatur kampung setempat ada kegiatan bagi-bagi uang. Indikasinya dibagikan oleh tim paslon 02. Kami melaporkan kegiatan melanggar hukum itu ke Panwascam untuk ditindak lanjuti,” tegasnya.

Sedangkan anggota Bawaslu Lamteng Edwin Nur menegaskan kepada seluruh Panwascam untuk siap siaga menghadapi hari-hari tenang ini. “Kita sudah tegaskan kepada seluruh Panwascam untuk siap siaga menghadapi hari-hari tenang ini. Memang ada beberapa laporan kejadian dugaan-dugaan pelanggaran. Terutama masalah money politics. Kita sedang tindak lanjuti. Semua masih ditelusuri,” katanya.

Bukan hanya di Kampung Haduyangratu. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dugaan money politics juga terjadi di Dusun V, Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandarmataram. Bahkan di Gayabaru, Kecamatan Seputihsurabaya. Dugaan money politics ini dilakukan tim paslon 02. (sya/mlo)




Pos terkait