Jelang Idul Fitri Herman HN Minta Rapatkan Barisan Lawan Covid-19

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Walikota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, akan lebih memperketat lagi pencegahan di tempat keramaian, seperti swalayan, pasar tradisional dan mall-mall termasuk dari segi keamanan.

“Untuk pengamanan di mall-mall, memang kita tidak menutup operasionalnya, namun pihak mall atau swalayan harus menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung, misalnya menyiapkan sarana cuci tangan dan menyediakan Hand Sanitizer,” ungkap Herman HN, Senin (18/5).

Kemudian, lanjutnya, masyarakat juga harus mematuhi langkah pencegahan Covid-19, dengan selalu mengenakan masker, memakai hand sanitizer serta mengenakan sarung tangan.

Menurut Herman HN, pihaknya telah membagikan sarung tangan kepada masyarakat, supaya ketika masyarakat berkunjung ke tempat perbelanjaan bisa lebih terlindungi dari virus corona.

“Saya membuat surat kepada seluruh pihak swalayan melalui dinas perdagangan agar masyarakat selalu mengatur jarak, meskipun melakukan aktivitas di tempat Keramaian,” ujarnya.

Disisi lain, terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri, menurut Herman tidak ada larangan, namun ia meminta kepada Imam masjid agar pembacaan khotbah dan ayat sholatnya tidak terlalu panjang, cukup 5 menit, kemudian doanya 3 menit, supaya jamaah shalat tidak terlalu lama berkumpul.

“Untuk keliling di malam takbiran kita juga menghimbau agar tidak di lakukan dan itu sudah ada  larangannya nanti pihak kepolisian yang mengatur, intinya tidak boleh ada yang keliling di malam takbiran,” tegas Herman.

Selain itu, menanggapi terkait pasien positif Covid-19 nomor 67, orang nomor satu di Kota Tapis Berseri tersebut mengatakan bahwa pasien tersebut merupakan orang terdekat dari Ketua Partai Gerindra Lampung.

Namun dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail identitas ataupun inisial pasien OTG tersebut.

Selain itu, ia menjelaskan penambahan jumlah pasien positif terjadi setelah mendapat hasil swab dari laboratorium kesehatan Palembang, Sumatera Selatan

Meski demikian, walaupun Kota Bandarlampung terbanyak pasien Covid-19 dibandingkan daerah di Lampung yang lainnya, Herman HN menegaskan bahwa kebanyakan penularannya masih dari luar daerah dan bukan transmisi lokal.

Seperti penularan dari Pondok Pesantren Temboro, Jawa Timur, kemudian dari Gowa, Sulawesi Selatan.

“Semuanya kan gitu, bawa virus dari luar terjadi penularan ke anggota keluarganya ataupun orang-orang terdekatnya,” pungkasnya.(har/mlo)



Pos terkait