Jelang Lebaran, Peserta PKH 10 Pekon di Kebuntebu Terima Bantuan Tahap Dua 

Medialampung.co.id – Jumat (22/4) bertempat di Balai Pekon Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat dilakukan pendistribusian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada untuk sepuluh pekon tersebar di kecamatan itu sekaligus gerai vaksinasi Covid-19. 

Dalam penyaluran PKH tahap kedua, tersebut hadir Camat Ernawati, S.E., Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kebuntebu NS Hendri Saputra, S.K.M., Kepala Pos Polisi (Kapospol) Kebuntebu Aipda Aprizal dan anggota, serta petugas berkompeten PKH dan Vaksinasi. 

Bacaan Lainnya


Dalam sambutannya Camat Erna berharap semoga bantuan pemerintah yang dibagikan di waktu yang sangat tepat menjelang Hari Raya Idul Fitri tersebut bermanfaat. Yang pemanfaatannya sesuai dengan harapan pemerintah, yakni untuk peningkatan gizi dan kesehatan. 

“Ibu minta bantuan ini jangan digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat apalagi hanya untuk senang-senang karena mau lebaran,” pintanya.

Erna berpesan apabila terkendala dalam penyaluran PKH ada kendala, dianjurkan kepada KPM konsultasi dengan petugas yang menangani, jangan bertanya kepada petugas yang tidak mengetahui bahan nanti salah pengertian. 

Koordinator Kecamatan PKH Kebuntebu Teti Haryati, S.T.P., mengatakan dari total peserta PKH di kecamatan tersebut tidak seluruhnya menerima bahkan diperkirakan sekitar 30% saldo masih Nol. 

Dimana penyebab saldo kosong tersebut, karena Data DTKS tidak sinkron dengan data kenyataan, Kartu Keluarga (KK) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) belum pada sama disdukcapil (NIK Ganda), ART menghilang di Data DTKS atau tidak tercover bantuan PKH, dapat bantuan yang lain selain PKH, Status pekerjaan yang tidak masuk kriteria bansos, data belum masuk dapodik sekolah dan data catatan rezeki Allah SWT dan terjadi human error sistem di aplikasi. 

Dan proses analisa perbaikannya peserta membawa KK ke pekon (Puskesos), samakan dengan operator pekon setempat melalui DTKS. Kalau data sudah terbukti update tunggu proses perubahan data. 

Teti juga menyampaikan PKH merupakan Bantuan Sosial (Bansos) Non Tunai, artinya dalam proses pendistribusiannya peserta menggunakan kartu yang digesek melalui agen. Dalam prosesnya ada biaya agennya, tapi kalau tidak mau ada biaya agen peserta dapat mengambil di Bank Lampung. 

Pada kesempatan itu Teti menyampaikan adanya gerai vaksin untuk membantu peserta dapat tervaksin semua mulai dosis I, II dan dosis III. 

“Untuk penerima bansos semua peserta harus sudah di vaksin dosis I, II dan III,” tandasnya. (rinto arius)


Pos terkait