Jelang Libur Panjang, UPTD KRL Lakukan Persiapan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menjelang libur panjang selama 5 hari, sejak 28 Oktober hingga 1 November 2020 bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama, UPTD Kebun Raya Liwa (KRL) Kabupaten Lambar melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kedatangan para pengunjung yang ingin berkunjung ke Kebun Raya Liwa tersebut.

“Dalam rangka menjelang libur panjang, kita  melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi pengunjung yang akan datang ke objek wisata Kebun Raya Liwa,” ujar Kepala UPTD KRL Sukimin, S.I.P mendampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Ir. Noviardi Kuswan, Jumat  (23/10)

Bacaan Lainnya


Ia menjelaskan,  pada saat libur panjang,  pihaknya akan menambah petugas piket jaga sekaligus petugas yang melakukan pemeriksaan dan penerapan protokol kesehatan  Coronavirus Disease (Covid-19), menyiapkan sarana protokol kesehatan khususnya alat pengecekan suhu, cuci tangan dan informasi protokol kesehatan seperti bener.

“Pengunjung yang berkunjung ke KRL harus benar-benar telah mematuhi protokol kesehatan seperti suhu tubuh tidak lebih dari 37°, menggunakan masker, mencuci tangan dan menerapkan fisikal distancing selama berapa di dalam lokasi KRL,” tegas dia. 

Sukimin juga menghimbau kepada masyarakat khususnya yang akan berkunjung ke KRL untuk mematuhi 3M (mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak aman),  anak-anak, orang lanjut usia (lansia) dan orang yang sedang kurang sehat agar tetap di rumah  untuk menghindari keramaian.

“Pada hari-hari biasa, kita menempatkan dua orang petugas namun karena libur panjang kita akan menambah  5-6 orang,” imbuhnya. 

Disinggung apakah UPTD KRL akan membatasi jumlah pengunjung ke KRL khususnya  pada saat libur panjang. Sukimin mengungkapkan,  untuk pembatasan pengunjung, pihaknya akan melihat kondisi yang ada.

“Untuk pembatasan  kita akan lihat kondisi dilapangan, jika memang sudah terlalu banyak pengunjung dan melebihi kapasitas maksimal, tentu kita akan batasi sesuai protokol kesehatan  50% dari kapasitas maksimal,” pungkas dia.  (lus/mlo)



Pos terkait