Jelang Penilaian Adipura, DLH Lambar Gelar Rakor

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lambar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  menggelar rapat koordinasi (rakor) adipura Kota Liwa tahun 2019 di Ruang Rapat Pakuwon Bappeda, Selasa (30/7/2019).

Rakor yang menghadirkan narasumber dari  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Regional Sumatera Arif  Voni Makmur dan Tukimin itu dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Ir. Sudarto, M.M, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Drs. Ismet Inoni, M.M, Kabid Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Desmon Irawan, S.T , serta  OPD terkait, sekolah serta undangan lainnya.

Bacaan Lainnya



Kepala DLH Kabupaten Lambar Drs. Ismet Inoni, M.M mengatakan, tujuan diadakannya rakor adipura ini guna mengetahui persiapan semua pihak terhadap pelaksaaan penilaian adipura, mengoptimalkan komitmen semua pihak dalam pencapaian adipura tahun 2019. Kemudian, membangun kepedulian semua pihak tentang budaya berprilaku bersih serta mewujudkan program nasional Indonesia bebas sampah 2025.

“Terkait akan dilaksanakannya penilaian adipura tahap II (P2),  saya berharap peran aktif seluruh elemen masyarakat  (di wilayah urban/perkotaan) baik yang memiliki objek yang di nilai maupun tidak, selain itu seluruh pihak terkait agar lebih meningkatkan koordinasi lintas sektor guna pembenahan objek pantau,” ujar Ismet.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh pihak untuk melakukan pemilihan sampah, melakukan pengolahan sampah, menanam pohon peneduh/tanaman hias. Selain itu juga dihimbau untuk menjaga dan merawat fasilitas umum, membersihkan lingkungan, mulai menerapkan Eco Office dan Eco School, serta mulai menambung di bank sampah.

“Kita juga melarang seluruh pihak untuk membakar sampah, membuang sampah di pinggir jalan/badan sungai, serta merusak/ menebang tanaman peneduh atau tanaman hias,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Sudarto, M.M berharap kepada semua pihak agar lebih meningkatkan koordinasi terkait persiapan dan pembenahan objek pantau adipura. “Jadi ketika akan dilakukan penilaian nanti, Kabupaten Lambar sudah siap untuk dilakukan penilaian,” ujar dia.

Dilain pihak,  Arif  Voni Makmur dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Regional Sumatera dalam pemaparannya antara lain yaitu dahulu adipura hanya tentang kebersihan tapi sekarang adipura menyangkut tentang pengelolaan lingkungan. “Kota adipura adalah kota yang bersih dan hijau dan mengelola lingkungan hidup dengan baik,  jadi bukan hanya soal sampah dan pohon tapi bagaimana tentang pertambangan, sungai dan segala aspek pendukung lainnya,” ujar Voni.

Untuk meraih adipura, kata dia, diperlukan adanya komitmen dari kepala daerah dan semua perangkatnya untuk mengelola lingkungan dengan baik, dan didukung dengan anggaran. “Adipura ini melibatkan semua pihak terkait,” tutup Voni.(lus/mlo)



Pos terkait