Jelang Ramadhan, Harga Sembako di Pesbar Mulai Merangkak Naik

Medialampung.co.id – Menjelang bulan Ramadhan 1443 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mulai merangkak naik. 

Kenaikan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya kebutuhan yang meningkat, maupun komoditas bahan pokok yang sulit didapat.

Bacaan Lainnya


Kabid Perdagangan, Suparmi, S.Ip, M.M., mendampingi Plt.Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopdag) Pesbar, Abdul Halim, S.H., mengatakan, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan sejak sepekan terakhir oleh petugas di sejumlah pasar tradisional salah satunya di pasar induk Way Batu Kecamatan Pesisir Tengah, itu memang ada sejumlah harga kebutuhan bahan pokok yang mulai naik.

“Seperti minyak goreng kemasan sederhana sebelumnya Rp20 ribu/liter kini naik menjadi Rp23 ribu/liter, sedangkan kemasan premium dari Rp21 ribu/liter naik menjadi Rp26 ribu/liter,” katanya, Minggu (27/3).

Kemudian, lanjutnya, telur ayam broiler juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp18 ribu/kg menjadi Rp21.500,-/kg. Cabai merah keriting dari Rp43 ribu/kg naik menjadi Rp45 ribu/kg. 

Selain itu, bawang merah juga naik menjadi Rp30 ribu/kg, dari harga sebelumnya Rp28 ribu/kg, sedangkan untuk bawang putih harganya masih tetap Rp28 ribu/kg.

“Begitu juga dengan beras premium masih tetap Rp13 ribu/kg, dan gula pasir juga masih tetap Rp14 ribu/kg, serta sejumlah harga bahan pokok lainnya pun rata-rata belum terjadi kenaikan,” jelasnya.

Dijelaskannya, kenaikan sejumlah harga bahan pokok menjelang Ramadhan tahun ini mudah-mudahan bisa secepatnya teratasi, sehingga selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang tidak terjadi kenaikan yang signifikan. Karena itu jelas akan sangat berdampak pada masyarakat.

Pemkab Pesbar melalui Diskopdag setempat juga akan terus berupaya untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga bahan pokok terutama selama Ramadhan hingga Idul Fitri nanti.

“Kita tetap akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, jika nanti terjadi kenaikan harga bahan pokok yang signifikan. Sehingga kedepan bisa dilaksanakan kegiatan operasi pasar maupun upaya lainnya,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait