Jelang Ramadhan, TPA Kembali Dibuka

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menyongsong bulan Ramadhan, masyarakat Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Waykanan menggalakkan TPA dengan protokoler kesehatan ketat, dengan harapan memasuki bulan Puasa anak anak TPA sudah terbiasa dengan kebiasaan baru new normal dalam kondisi Pandemi Covid-19. 

Eva Febriana, S.Sos, penggiat sekaligus Pemilik Taman Baca AL-Qur’an di Kampung Sribasuki Kecamatan Negeri Besar dengan tegas menyatakan bahwa sebenarnya TPA yang ia dirikan itu sudah lama berjalan, akan tetapi karena datangnya Pandemi Corona sempat terhenti beberapa waktu

Bacaan Lainnya


Dengan semakin dekatnya bulan Suci Ramadhan, serta sudah adanya wacana sekolah tatap muka bagi siswa SMK/sederajat, ia berpikir untuk menggerakkan santrinya kembali menuntut ilmu agama sekaligus persiapan menghadapi bulan puasa, namun dalam pelaksanaan tetap mengedepankan protokoler kesehatan.

“Masyarakat di kampung kami ini dari dulu dikenal inovatif, contohnya menyambut HUT Waykanan yang ke-22 kami membuat Replika Menara Eiffel, dari situ saya berpikir untuk menghidupkan kembali TPA sehingga nantinya pas bulan puasa santri saya sudah biasa,” ungkapnya.

Ia juga mengaku bersyukur idenya itu mendapat dukungan dari para orang tua santrinya yang kini mencapai 20 orang santri dari Kampung Sribasuki dan Kampung Tanjung Mas Kecamatan Negeri Besar.

“Jadi di TPA ini kami tidak hanya mengajarkan bagaimana membaca Al-Quran dengan benar, akan tetapi juga belajar tentang Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Aqidah Akhlak, Fiqih, khususnya ibadah wajib dan sunat di bulan puasa,“ imbuhnya.

Terpisah, Joni Saputra, salah satu tokoh pemuda setempat sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Eva, bahkan Joni berpikir akan mengajak para Remaja Islam Masjid (Risma) untuk menggelar kajian khusus menghadapi puasa, karena masih banyak para remaja di Kampungnya yang belum memahami tentang tata cara yang baik dan benar dalam melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan.

“Banyak diantara kawan-kawan saya yang hanya ikut-ikutan, tetapi kurang memahami dengan benar, untuk itu saya punya keinginan untuk menghadirkan guru khusus, karena saya sendiri juga belum terlalu paham,” tegas Joni.(wk1/mlo)


Pos terkait