Jembatan Putus Dihantam Banjir, Warga Pemangku Pikah Atarkuwau Terisolir

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Puluhan kepala keluarga di Pemangku 5 Pikah, Pekon Atarkuwau, Kecamatan Batuketulis, Kabupaten Lampung Barat terisolasi karena satu-satunya akses jembatan di wilayah itu hanyut dihantam banjir akibat luapan sungai Way Pikah pada Sabtu (30/10) sore.

Untuk sementara, warga bersama aparatur pekon  telah membuat jalan alternatif. Namun itupun hanya dapat dilalui ketika air sungai surut. Upaya itu dilakukan sembari menunggu penanganan lebih lanjut yang akan diusulkan ke Pemkab Lambar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat.

Bacaan Lainnya

Peratin Atarkuwau Tri Aryogi mengatakan, putusnya Jembatan permanen yang dibangun melalui program Gerakan Membangun Bersama Rakyat (GMBR) tahun 2012 silam itu terjadi pasca hujan deras melanda kawasan setempat. Saat kejadian, air sungai meluap hingga ke lantai jembatan dan akhirnya menghanyutkan satu-satunya akses menuju wilayah itu.

“Putusnya jembatan ini membuat mobilitas warga terhambat. Jalan alternatif yang kami buat hanya dapat dilalui ketika air sungai surut, jadi kalau hujan seperti sekarang warga tidak bisa lewat karena arus air sungai sangat deras,” ujarnya.

Saking derasnya arus sungai, terusnya, membuat puing-puing jembatan itu terseret hingga beberapa meter dan kini reruntuhan sisa material jembatan masih berserakan di sekitar lokasi.

“Kami sangat prihatin, karena ada 30 KK yang tidak bisa bepergian sehingga mereka berharap Pemerintah segera melakukan perbaikan atau upaya kedaruratan atau setidaknya warga bisa melintas dengan aman,” pungkasnya seraya menambahkan bahwa terkait usulan, pihaknya akan menyampaikan laporan langsung ke BPBD besok, Senin (1/11). (edi/mlo)

Pos terkait