Jenazah Wabup Waykanan Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

  • Whatsapp
Agung BH (kanan), putra sulung Edward tampak tegar mengikuti proses pemakaman dari jarak sekitar 50 meter dari liang lahat, bersama Bupati Waykanan Hi. Raden Adipati Surya, S.H, M.M (kiri, menggunakan face shield).

Medialampung.co.id – Jenazah Wakil Bupati Waykanan, Edward Antony tiba di tempat pemakaman di Alam Pena Kampung Ramsay, Kecamatan Waytuba dengan menggunakan ambulance, Minggu (16/8) sekitar pukul 12.47 WIB.

Ikut mengiringi armada yang membawa almarhum (alm), mobil Bupati Waykanan dan  mobil Dandim 0427 Waykanan beserta mobil keluarga besar alm.

Bacaan Lainnya



Sementara sekkab Waykanan sudah sejak pagi memimpin persiapan tempat pemakaman. 

Karena terlalu lambat, akhirnya penggalian liang lahat yang tadinya dilakukan secara manual digantikan dengan menggunakan alat berat.

“Tadinya kita gali secara manual, tapi karena terasa lambat akhirnya kita menggunakan alat berat,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi tersebut. 

Terusnya, saat jenazah tiba di lokasi pemakaman, hanya 10 petugas dengan menggunakan APD lengkap yang boleh melakukan pemakaman dengan prosedur Covid-19.

Lokasi disterilkan petugas yang dipimpin Kabag Ops Polres Waykanan Kompol Jono. S. Sementara semua pihak harus di luar garis batas atau polis line.

Proses pemakaman berjalan lancar. Hanya saja 10 orang petugas khusus yang telah menggunakan APD lengkap untuk melaksanakan pemakaman, sempat meminta bantuan tambahan tenaga. 

Petugas khusus yang telah menggunakan APD lengkap tengah melaksanakan pemakaman Wabup Waykanan Edward Anthony

Itu disebabkan petugas sudah cukup lemah setelah hampir lebih dua jam menanti kedatangan mobil jenazah dengan menggunakan APD lengkap.

“Kalau rasa terpukul pasti, tapi memang protapnya harus demikian. Maka kami sekeluarga memang harus mengikhlaskan papa, dan atas nama keluarga besar dengan segala kerendahan hati, kami minta kepada masyarakat Waykanan baik pemerintahan ataupun swasta yang pernah berhubungan dengan beliau semasa hidupnya, mohon untuk memaafkan semua kesalahan dan kekhilapan beliau,” ujar Agung BH, putra sulung Edward yang dengan tegar mengikuti semua proses pemakaman dari jarak sekitar 50 meter dari liang lahat, bersama Bupati Waykanan Hi. Raden Adipati Surya, S.H, M.M., dan Dandim 0427 Waykanan Letkol Inf Anak Agung Gede Rama.

Sayangnya Hi. Raden Adipati Surya belum bersedia dikonfirmasi terkait wafatnya sang wakilnya itu.

“Nanti saja ya, Bapak dari semalam terus mengawal almarhum dan beliau masih sangat berduka. Apalagi dalam posisi begini nanti akan kumpul ramai-ramai, kasian beliau bener-bener sedang capek,” ujar salah satu ajudan bupati. (wk1/mlo)



Pos terkait