Jumlah Pengangguran di Lambar Tembus 4.053 Jiwa 

  • Whatsapp
Kabid Ketenagakerjaan Dewi Yanti, S.I.P, M.M DPM-PTSP Lambar

Medialampung.co.id – Jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Lambar tahun 2020 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Semua pihak dituntut berperan aktif untuk sama-sama menekan angka pengangguran yang ada, terlebih adanya dampak dari pandemi Covid-19 tahun ini pengangguran semakin meningkat.

“Jumlah pengangguran terbuka Kabupaten Lambar pada tahun 2020 sebanyak 4.053 jiwa yang tersebar di 15 kecamatan,” ungkap Kabid Ketenagakerjaan Dewi Yanti, S.I.P, M.M mendampingi Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja Edy Yusuf, S.Sos, M.H di Ruang Kerjanya, Selasa (23/3)

Bacaan Lainnya


Menurut dia, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga di Kabupaten Lambar pada tahun 2020 yang tidak bekerja atau pengangguran mencapai 4.053 jiwa Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 yang hanya 2.986 jiwa.

“Itu artinya ada peningkatan angka pengangguran dari tahun 2019-2020 sebanyak 1.067 jiwa,” kata dia.

Masih kata dia, dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, Kabupaten Lambar berada di urutan ketiga terendah untuk angka pengangguran.

“Urutan pertama terendah jumlah pengangguran yaitu Kabupaten Pesisir Barat dan urutan kedua Kabupaten Mesuji sementara di urutan ketiga Kabupaten Lampung Barat. Kota Bandarlampung terbanyak jumlah pengangguran yaitu mencapai 49.741 jiwa,” imbuhnya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Lambar dalam hal ini Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja untuk mengurangi jumlah pengangguran, kata Dewi, yaitu dengan mengadakan kegiatan pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan pembuatan sablon, pembuatan celugam, otomotif dan menjahit.

“Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan kepada peserta setelah mengikuti pelatihan dapat membuka usaha sendiri serta memudahkan untuk mencari pekerjaan karena telah memiliki keahlian,” ungkap dia seraya menambahkan, pihaknya berharap kedepan jumlah pengangguran di Kabupaten Lambar berkurang. (lus/mlo)


Pos terkait