Kabupaten Pesbar Juara Tiga Lomba Inovasi Daerah

  • Whatsapp
Kadiskoperindag Pesbar, Herizan, SE,MM

Medialampung.co.id – Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) meraih juara tiga kategori daerah tertinggal sektor pasar tradisional pada penilaian lomba inovasi daerah dalam penyiapan dan rencana pelaksanaan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) yang diumumkan Senin (22/6).

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pesbar, Herizan, S.E, M.M., mengatakan lomba video simulasi inovasi daerah dalam penyiapan dan rencana pelaksanaan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 itu digelar oleh Kemendagri diikuti oleh seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia. 

Bacaan Lainnya


Sedangkan untuk kategori daerah tertinggal dari 63 daerah tertinggal hanya ada 24 daerah termasuk Pesbar yang mengikuti lomba inovasi daerah itu.

“Alhamdulillah, Kabupaten Pesbar mendapat juara tiga dari sektor pasar tradisional. Kita sangat bersyukur karena ini merupakan prestasi bagi kabupaten Pesbar di tingkat Nasional,” katanya, Selasa (23/6).

Dijelaskannya, prestasi yang didapat itu merupakan berkat peran serta semua pihak, terutama Bupati Pesbar dan Sekkab Pesbar serta sinergitas semua elemen di lingkungan Pemkab setempat.

Artinya, meski Kabupaten Pesbar statusnya sebagai daerah tertinggal, tapi inovasi merupakan keharusan, apalagi di tengah pandemi Covid-19.

“Lomba inovasi daerah itu untuk mengedukasi masyarakat agar cepat beradaptasi dan sebagai persiapan new normal dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Menurut Herizan, dalam inovasi daerah terutama pada sektor pasar tradisional itu merupakan komitmen bupati Pesbar untuk peningkatan perekonomian dan komitmen untuk menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, dengan diraihnya juara tiga pada lomba inovasi daerah dalam penyiapan dan rencana pelaksanaan tatanan new normal itu dapat mengedukasi masyarakat.

Terlebih, lomba itu bertujuan untuk mendorong gerakan nasional pelaksanaan protokol Covid-19, selain itu membangun kehidupan masyarakat kembali produktif, membangun ekonomi dan aktivitas bisnis, menyiapkan pra kondisi penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara masih oleh pemerintah Provinsi dan pemerintah Kabupaten/kota dan tujuan lainnya.

“Dengan diraihnya prestasi ini, kita berharap akan berdampak bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait