Kabupaten Pesbar Kedatangan Tujuh Orang Pejuang Muda

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) kedatangan Tujuh orang Pejuang Muda yang merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan masalah sosial di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Pesbar, Selasa (2/11).

Kedatangan Pejuang Muda itu disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pesbar Ir.N.Lingga Kusuma, M.P., didampingi Asisten I Setdakab Pesbar Audi Marpi, S.Pd, M.M., Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pesbar Agus Triyadi, S.Ip, M.M., Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dendi Iskandar, S.Pd.I., dan pihak terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinsos Pesbar, Agus Triyadi, mengatakan Pemkab Pesbar menyambut baik dan mendukung kegiatan Pejuang Muda di Kabupaten setempat yang dikirim oleh Pemerintah Pusat melalui Kemensos RI. Ketujuh orang Pejuang muda yang berasal dari berbagai Universitas di Lampung dan luar Lampung itu akan bertugas salah satunya untuk verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Pesbar, yang direncanakan hingga 24 Desember 2021 mendatang.

“Dari hasil verifikasi dan validasi DTKS nanti, mereka (Pejuang Muda) akan membuat kesimpulan dan menyampaikannya ke Kemensos. Untuk itu, diharapkan agar data yang ada dari para Pejuang Muda tersebut benar-benar data yang valid,” katanya.

Dijelaskannya, program Pejuang Muda dari Kemensos tersebut memiliki fokus social entrepreneurship (kewirausahaan sosial). Mahasiswa diberikan kesempatan mencari pengalaman di lapangan secara langsung ke daerah prioritas yaitu daerah pasca bencana, daerah kantong-kantong kemiskinan, dan sebagainya. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Mensos RI, Tri Rusmaharini atau bu Risma bahwa program Pejuang Muda merupakan laboratorium sosial bagi para mahasiswa.

Mahasiswa yang diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret. Melalui program setara 20 Satuan Kredit Semester (SKS) tersebut, mahasiswa juga akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masyarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah.

“Dalam program ini, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial, melalui kegiatan pemetaan masalah, identifikasi alternatif solusi, formulasi solusi terbaik, perencanaan sumber daya dan capaian, pengerahan peran serta elemen masyarakat, implementasi dan pelaporan serta pengukuran dampak,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator PKH Pesbar, Dendi Iskandar, mengatakan seluruh pendamping PKH nantinya juga akan melakukan pendampingan di lapangan terhadap para mahasiswa yang telah menjadi Pejuang Muda dari Kemensos RI tersebut. Karena para Pejuang Muda nanti selama berada di Kabupaten Pesbar akan melakukan verifikasi dan validasi DTKS sesuai dengan data dan wilayah yang sudah ditentukan oleh Pusat.

Ditambahkannya, pihaknya menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bekerja bagi para Pejuang Muda di Pesbar, dirinya berharap apa yang dikerjakan Pejuang Muda benar-benar menghasilkan data-data yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Selain itu diharapkan selain melakukan verval mampu memberikan konsep, solusi atau terobosan terkait pemberdayaan ekonomi para penerima Bantuan Sosial (Bansos)  di Kabupaten setempat,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait