Kader PKK Laporkan Lurah Tanjungkarang ke Inspektorat 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Salah satu kader PKK di RT.05/Lk.II, Fitriani (49) dipecat oleh Lurah Tanjung Karang Juaini melalui grup WhatsApp dengan alasan hal itu adalah haknya sebagai Lurah. 

Pada Tanggal 8 April lalu, Fitri berniat untuk meminta klarifikasi ke pihak Kelurahan mengenai alasan dia dipecat sebagai kader. Namun saat disambangi ke kantor Lurah dirinya justru mendapat jawaban yang kurang mengenakan.

Bacaan Lainnya


Saat bertemu dengan Lurah Juaini, sempat terjadi adu mulut antara keduanya, Fitri mengatakan bahwa Lurah Juaini mengeluarkan kata-kata tidak menyenangkan serta mengusirnya dari kantor kelurahan.

Atas kejadian tersebut, Fitri sudah melaporkannya ke Inspektorat Kota Bandarlampung atas tindakan Lurah Tanjung Karang yang sudah kelewat batas sebagai pengayom masyarakat.

“Laporan saya sudah diterima oleh perwakilan Irbansus Heru dan Novi,” kata Fitri.

Saat ditanya Irbansus apa masalahnya, Fitri menjawab jika dia hanya meminta penjelasan saja kenapa dia dipecat secara sepihak, namun Lurah Juaini justru meresponnya dengan mengeluarkan kata-kata kasar.

Sementara itu, saat ditemui di ruang kerjanya, Lurah Tanjung Karang Juaini menjelaskan jika pemecatan Fitriani itu sudah sesuai aturan yang jelas karena kader tidak boleh merangkap jabatan.

Ditanya terkait laporan Fitriani ke pihak inspektorat, Juaini mengaku tidak khawatir karena tindakannya sudah sesuai aturan.

“Itu juga hak saya sebagai Lurah untuk mengganti atau meroling kader yang sudah lama menjabat,” akunya.

Jauini juga mengatakan jika kader PKK di kelurahannya itu sudah lama sekali dan itu masih satu keluarga.

“Warga sini bahkan menyebutnya keluarga cendana, ya kita perlu adanya regenerasi untuk kader PKK ini di Kelurahan Tanjungkarang,” tanda Juaini.

Di lain pihak, Camat Enggal Samsul Rizal juga ikut angkat bicara terkait pemecatan Kader PKK yang berujung laporan ke Inspektorat atas dasar perbuatan tidak menyenangkan.

“Silahkan saja warga yang tidak terima dihardik oleh Lurahnya dengan kata-kata yang tidak mengenakan untuk melaporkan ke pihak terkait agar ada tindakan disiplin sebagai PNS di lingkungan kelurahan,” pungkasnya.(*/mlo)




Pos terkait