Kadis PMD Lambar Sebut Perpustakaan Desa Puramekar Jadi ‘Model’ Kabupaten Literasi 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Keberhasilan Pekon Puramekar, Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dalam mengembangkan keberadaan fasilitas Perpustakaan Desa yang diberi nama ‘Perpustakaan Puska Mandiri’ 

Yang saat ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat membaca melainkan telah mampu menciptakan berbagai inovasi khususnya di bidang kerajinan tangan, dan menciptakan lapangan kerja, mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lambar Ir. Noviardi Kuswan. 

Bacaan Lainnya

Noviardi menegaskan apa yang sudah diraih merupakan buah dari usaha dan kerja keras oleh Pekon Puramekar  dalam pengebangan perustakaan tersebut. 

“Saya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Peratin Puramekar Anderi dan jajaran dengan membuat perpustakaan dan fasilitas lainnya. Mereka telah mendukung secara nyata komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lambar, tentang Kabupaten Literasi,” tegasnya.

Dan terkait itu Noviardi memastikan kedepannya keberadaan perpustakaan desa Puramekar tersebut tentu akan dijadikan ‘Model’ yang tentu secara bertahap untuk ditiru dan dikembangkan oleh pekon lain. Sehingga komitmen Kabupaten Literasi betul-betul dilaksanakan secara nyata di lapangan dengan tujuan akhirnya untuk kesejahteraan peningkatan pengetahuan masyarakat

Terpisah Peratin Anderi membeberkan bahwa pada 2018 lalu dengan memanfaatkan Anggaran Dana Desa (ADD) salah satu kegiatan pembangunannya yakni pembangunan gedung perpustakaan diatas lahan 20×30 meter dengan volume gedung 8×10 meter, dan tahun ini (2021) diberikan bangunan tambahan ruang media publikasi. 

 

Selain bangunan tersebut adanya ruang terbuka yang juga dikelola menjadi lokasi taman baca luar ruangan (outdoor) dengan gazebo-gazebo sehingga para pembaca bisa menikmati taman sembari menenteng buku dan membaca.

“Kita berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan program pemerintah pusat yang digulirkan langsung ke rekening pekon (desa) yakni, Anggaran Dana Desa (ADD) dikelola sepenuhnya oleh pemerintahan pekon sesuai kebutuhan masing-masing untuk kemajuan wilayah. Yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, meningkatkan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam rencana kerja pemerintah desa,” tegasnya. 

Lanjutnya, dalam pengelolaannya sendiri Perpustakan Puska Mandiri tersebut oleh remaja (kaula muda) pekon tersebut yang memang memiliki latar belakang pendidikan yang baik dengan diberikan insentif yang diambil dari Dana Desa.

Sekedar diketahui selain fokus dalam penyajian buku bacaan yang kegiatan yang tengah digalakkan di perpustakaan tesebut seperti kerajinan tangan eko prin, kesenianan, tari, pembuatan kue kekenian. (r1n/mlo)


Pos terkait