Kajian Kitab Sullamut Taufiq Karangan Syekh Nawawi Albantani [Bagian 2]

  • Whatsapp

Oleh : Pairozi, S.Ag. M.Pd.I

Pasal: فَصْلٌ فِيما يَجِبُ الإيمانُ به مِنَ السَّمْعِيّاتِ (Hal yang Wajib Diimani)

Bacaan Lainnya



Ketika berbicara tentang hal yang ghaib, tak jarang orang berasumsi bahwa selalu terkait dengan benda tak kasat mata dan menakutkan. Banyak orang tersesat dalam masalah ini, Sebagian mereka terjatuh dalam kekufuran karena menklaim diri tahu segalanya akan hal yang ghaib dan ilmu tentang keghaiban. Sebagian orang membenarkan pengakuan orang yang mengaku tahu ilmu gaib tersebut. Bahkan tidak sedikit pula orang-orang yang tidak meyakini adanya hal gaib ini. 

Sementara dalam ajaran Aqidah islam, beriman terhadap sesuatu gaib merupakan suatu hal yang penting, dan hal ghaib pertama yang wajib untuk diimani adalah iman terhadap adanya Allah SWT, kemudian adanya siksa dan nikmat kubur, pertanyaan malaikat munkar dan nakir, hari kebangkitan, hari kiamat dan perhitungan. Adanya pahala, siksa, timbangan amal, neraka, siroth, telaga syafa’at, surga yang kekal dan melihat Allah Ta’ala didalam surga. Beriman kepada para malaikat Allah SWT. 

Hingga beriman terhadap hal yang ghaib Allah SWT alamatkan menjadi salah satu tanda orang yang beriman. Dalam Surat Al Baqarah Ayat 3 Allah SWT Berfirman: “Mereka orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rizki yang kami anugerahkan kepada mereka.”

Pasal : فَصْل في خُلاصَةِ مَعْرِفَةِ اللهِ تَعالَى (Ringkasan Memahami Allah Ta’ala)

Ringkasan makna kalimat Syahadat yang pertama adalah menetapkan sifat-sifat Allah SWT dengan 13 Sifat Wajib. Ketigabelas sifat itu adalah: Ada (wujud), wahdaniyat (satu), azali (tidak berawal), baqa’ (abadi), Laitsa kamislihi Syai’un (tidak serupa dengan yang lain), tidak butuh yang lain secara mutlak, qudrah (Berkuasa), iradat (Berkehendak), ilmu (Mengetahui), mendengar (tanpa telinga), melihat (tanpa mata), hidup (tanpa ruh), berbicara bila shautin wala harfin (tanpa suara dan huruf).

Menetapkan keyakinan bahwa Allah SWT mempunyai 13 Sifat yang mustahil bagi-Nya berupa sifat kesebalikan dari sifat wajib. Yakni bahwa akal meyakini bahwa Allah SWT mustahil mempunyai sifat kekurangan yang berbanding dengan sifat wajib-Nya dan meniadakannya dari Allah SWT. Begitu juga Al-Quran dan hadits menunjukkan tidak adanya sifat-sifat mustahil itu dari Allah. Dan sifat mustahil itu adalah: ‘Adam (tidak ada), lebih dari satu (ta’addud), ada permulaan (ibtida), ada akhir (intiha), Allah SWT juga bersifat mustahil serupa dengan yang lain, Ihtiyaju lighairihi (butuh pada yang lain), Ajzun (lemah dari sesuatu), Karahah (terpaksa dalam melakukan sesuatu), tidak tahu (jahl), tuli (shomamun), buta (ama), mati (maut), bisu (bakamun).

Selain Allah SWT bersifat wajib dan mustahil, Allah SWT juga mempunyai Sifat jaiz (mungkin), bagi Allah Akal dan dalil naqli menunjukkan bahwa Allah bisa mewujudkan perkara yang mungkin atau tidak mewujudkannya. Akan tetapi Allah tidak mengadakan sesuatu kecuali karena ilmunya yang azali dan kehendakNya yang azali bahwa hal itu masuk dalam wujud. Maka, Allah akan mewujudkan makhluk pada saatnya berdasarkan pada ilmu dan kehendak-Nya tanpa permulaan.

Sikap perbuatan yang selalu terarah dan terbimbing, akan nampak terpuji dan mulia, Sikap perilaku seperti ini yang membedakan antara orang-orang yang beriman dan yang tidak. Dengan beriman kepada Allah SWT hati menjadi tenang, mendapat bimbingan dari Allah SWT, mempunyai rasa kasih sayang yang tinggi, diampuni dosanya dan mendapat pahala besar, diberi kemudahan hidup, tidak akan musyrik, rasa syukurnya bertambah, ketaatan bertambah, mendapat  kebahagiaan sesungguhnya. 

Pengaruh positif lainnya adalah seseorang akan mudah dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan mudah pula untuk menjauhi larangannya, Berbagi kepada orang lain sebagian rejeki yang diperoleh, Bersedekah di kala lapang maupun sempit, tidak mudah marah, mudah memaafkan kesalahan orang lain, berhenti melakukan perbuatan keji dan bertaubat, dan mempercayai enam rukun iman.

والله اعلم بصواب



Pos terkait