Kajian Kitab Sullamut Taufiq Karangan Syekh Nawawi Albantani [Bagian 3]

  • Whatsapp

Oleh : Pairozi, S.Ag. M.Pd.I

Dalam ajaran dan pandangan Islam hati tidak hanya befungsi sebagai organ fisik namun juga non-fisik. Sebuah ilustrasi yang sangat menarik yang dipaparkan oleh al-Hakim al-Tirmidzi dalam buku karyanya Bayan al-Farq Baina al-Shadr wa al-Qalb wa al-Fuad wa al-Lubb berkaitan dengan hati manusia. Pemahaman ini dibangun oleh al-Tirmidzi sendiri didasarkan kepada makna dan maksud yang terkandung dalam Al Qur’an dan Hadis.

Bacaan Lainnya



Menurutnya, hati manusia bagaikan pelita, hati ini memiliki lapisan yang setiap bagiannya memiliki peran dan fungsinya tersendiri. Pelita memiliki lapisan kaca di bagian terluarnya, di dalamnya terdapat nyala api, tempat sumbu-sumbu berada. Cahaya dipancarkan oleh sumbu yang muncul, dari sumbu-sumbu tersebut tidak akan bersinar tanpa adanya sumber energy berupa minyak. Jika salah satu saja dari beberapa komponen tersebut tidak bekerja dengan baik, maka sinar tersebut akan meredup. Bagian terluar dari hati manusia adalah shadr, lapisan berikutnya adalah qalb, ketiga adalah fuad dan lapisan terdalamnya adalah lubb. Shadr adalah bagian di mana rasa dengki, hasud, syahwat, angan-angan, dan keinginan-keinginan dan rasa was-was manusia bersemayam.

Setiap maksiat yang dilakukan akan membuat hati tertutup noda hitam dan lama kelamaan hati tersebut jadi tertutup. Jika hati itu tertutup, dia tak akan mampu menerima seberkas cahaya kebenaran. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran. Memperbanyak istighfar dan bertaubat, itulah yang akan menghilangkan gelapnya hati dan membuat hati semakin bercahaya sehingga mudah menerima petunjuk atau kebenaran. 

Fasal : في مَعاصِي القَلْبِ (Diantara maksiat hati ialah)

Di antara Maksiat hati adalah :

  1. Ria’ dengan amal kebaikan, yaitu beramal kebaikan agar mendapat pujian dari manusia. Perbuatan ria ini dapat meleburkan pahala dari amal baik yang dikerjakan, seperti ujub yaitu merasa bahwa ibadahnya timbul dari dirinya sendiri atau usahanya semata-mata, bukan dari karunia Allah SWT.
  2. Meragukan adanya Allah SWT, yang diragukan kesempurnaan Allah SWT dan sifat-sifat wajib bagi-Nya, Merasa aman dari murka Allah SWT padahal dosanya melimpah dan amal ibadahnya tidak sempurna atau malas, putus asa dari rahmat Allah SWT, padahal Allah SWT. 
  3. Takabur atau sombong terhadap hamba-hamba Allah SWT, Yaitu menolak sesuatu yang hak atau benar, menghina manusia dan menganggap bahwa ia lebih baik atau lebih unggul dari pada kebanyakan makhluk Allah SWT (padahal mungkin sesungguhnya orang lain lebih baik dari padanya. Maka pada hakikatnya orang yang paling bodoh di dunia ini adalah orang yang takabur, disamping orang yang musyrik.
  4. Hiqdu (dendam) Yaitu menyembunyikan rasa permusuhan padahal selalu mencari kesempatan untuk mencelakakan orang lain.
  5. Hasud Yaitu membenci kenikmatan yang ada pada orang lain dan batinnya merasa tertekan apabila ia tidak membencinya atau tidak memenuhi tuntutan hasudnya (yaitu berusaha menghilangkan nikmat orang lain).
  6. Buruk sangka kepada Allah SWT,. Mendustakan takdir/qadha Allah SWT (menganggap semua kejadian tidak masuk akal dan bukan merupakan takdir Alloh SWT.
  7. Merasa gembira melakukan perbuatan maksiat, baik yang dilakukannya sendiri atau yang dilakukan oleh orang lain dan mengingkari janji walaupun kepada orang kafir.
  8. Bakhil atau enggan melaksanakan kewajiban dari Allah SWT (missal zakat dan sebagainya), kikir, tamak dan rakus terhadap harta orang lain, menghina suatu perkara dan menganggap kecil perkara yang diagungkan Allah SWT.

Fasal :  فِيما يُخرِجُ مِنَ الإسْلامِ (Penyebab Murtad)

Setiap orang islam wajib memelihara dan menjaga keislamannya agar jangan sampai ada sesuatu yang merusak, membatalkan dan memutus islamnya, sebab semua itu bisa menyebabkan murtad. Pada saat ini banyak orang yang sembrono dalam berkata. Sehingga yang diucapkan sesungguhnya itu mengeluarkan dirinya dari agama islam, sementara dia sama sekali tidak pernah menganggap bahwa yang diucapkan itu dosa. Perbutan murtad terbagi menjadi tiga :

  1. Murtad I’tiqadi, Murtad karena Kenyakinan, Sifat murtad dalam banyak cabang. Di antara murtad I’tiqod yaitu :
    • Meragukan, Meragukan adanya Allah SWT, Meragukan utusan Allah SWT, Meragukan kebenaran Al Qur’an, Meragukan hari kiyamat, Meragukan adanya surga dan neraka, Meragukan adanya pahala, Meragukan siksaan Allah SWT, Meragukan hukum yang disepakati para ulama dan para mujtahid.
    • Berkeyakinan tidak ada sifat wajib bagi Alloh, Serperti Menisbatkan Allah SWT berjasad
    • Menghalalkan perkara haram yang di sepakati Ulama Mujtahid sudah di ketauhui secara agama. Seperti : zina, liwath (homosex), Pembantaian, Pencuarian, Merampok.
    • Mengharamkan yang halal seperti jual beli dan nikah
    • Meniadakan kewajiban yang telah disepakati ulama, seperti sholat lima waktu, atau menghilangkan satu sujud dari Sholat, Meniadakan kewajiban Zakat, Puasa, Haji, Wudlu.
    • Meniadakan ibadah yang di syariatkan agama,’ seperti sholat sunah rowatib (qobliyah-ba’diyah)
    • Berencana kufur (Murtad ) akan masa datang.
    • Mengingkari sahabat-sahabat nabi kita seperti abu Bakar, Umar ,Utsman, Ali
    • Mengingkari kerasulan salah satu rasul Allah menurut Ijma’ ulama.
    • Mengingkari satu huruf dari Al Qur’an yang telah disepakati ulama
    • Menambahkan satu huruf yg tidak dalam Alquran menurut Ijma’ ulama sedangkan dia meyakini itu salah satu huruf Alquran
    • Mendustakan dan meremehkan serta men-tashgir nama rasul dengan tujuan menghina
    • Menyangka ada nabi sesudah nabi muhammad SAW.
  1. Murtad Fi’liyah (Murtad Karena Perbuatan) yaitu seperti :
    • Menyembah berhala
    • Menyembah matahari,
    • Menyembah mahluk lainnya


Pos terkait