Kakak-Beradik Tewas Akibat Keributan Dua Keluarga

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pasca keributan dua keluarga yang menyebabkan kakak-beradik tewas dan dua orang lawannya luka di Kampung Negerikepayungan, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, situasi kondusif. Pihak keluarga telah menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Padangratu Kompol Muslikh menyatakan situasi sekarang ini yang sebelumnya mencekam sudah kondusif.

Bacaan Lainnya



“Anggota masih standby dibantu personel Kodim 0411/ LT untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kedua belah pihak keluarga sudah menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian. Kita juga berusaha membantu keluarga korban,” katanya.

Dalam keributan ini, kata Muslikh, pihaknya sudah meminta para tokoh untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Para tokoh sudah kita sentuh agar bisa ikut menjaga situasi kondusifitas. Bisa ikut meredam emosi keluarga kedua kubu yang bertikai,” ujarnya.

Dari hasil penyidikan, kata Muslikh, faktor yang menyebabkan adalah persaingan dagang.

“Kedua keluarga yang rumahnya saling berhadapan ini sama-sama membuka warung. Sebelum keributan terjadi ada selisih paham antara korban Andi Saputra (36) dan Aziz Doni Saputra (26). Korban Andi Saputra pernah memarahi Aziz Doni Saputra karena juga ikut membuka warung,” ungkapnya.

Pada (17/8) sekitar pukul 05.00 WIB, kata Muslikh, korban Andi Saputra (36) sedang lari pagi lewat depan rumah Azi Doni Saputra.

“Korban Andi Saputra dihentikan Aziz Doni Saputra. Terjadilah cekcok hingga terjadi keributan. Datanglah ayah Aziz Doni Saputra dan adiknya, Khaerusani (48) dan JK (19). Korban Andi Saputra dianiaya hingga tewas bersimbah darah. Mendengar kakaknya berkelahi, Sissurya Kamajaya (32) yang selesai shalat subuh keluar rumah hendak menolong kakaknya Andi Saputra. Namun naas, dia juga tewas dianiaya. Dalam perkelahian, Aziz Doni Saputra dan ayahnya Khaerusani juga mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit,” katanya.

Kedua tersangka, kata Muslikh, sekarang sudah diamankan di Mapolsek Padangratu guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka Khaerusani dan Azi Doni Saputra sudah diamankan di mapolsek. Sedangkan tersangka JK masih dalam pengejaran petugas.  Barang bukti yang diamankan tiga tombak, dua sajam jenis pedang, dan satu golok,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, dua kakak-beradik tewas setelah duel dengan tetangga depan rumahnya di Kampung Negerikepayungan, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Senin (17/8) sekitar pukul 05.00 WIB. Yakni Andi Saputra (36) dan Sissurya Kamajaya (32).

Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan perkelahian sesama tetangga ini dilatarbelakangi persaingan dagang.

“Ya, ada kejadian perkelahian sesama tetangga. Ini dilatarbelakangi persaingan kios atau warung. Kedua keluarga yang bertikai sama-sama buka warung. Dalam kejadian dua orang meninggal dunia. Dua kakak-adik yang tewas ini berkelahi dengan keluarga depan rumahnya. Meninggal karena luka bacok dan tusuk. Dua lawannya ini juga terluka dan sedang dirawat di RSYMC. Satu orang lagi masih dalam pengejaran,” katanya usai mengikuti virtual detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-75 RI di Omah BJW, Kampung Bumimas, Kecamatan Seputihagung.

Situasi sekarang ini, kata Popon, masih kondusif.

“Situasi sekarang masih kondusif. Ada beberapa personel sudah disiagakan di sana untuk tetap menjaga agar situasi tetap aman dan kondusif. Saya juga sudah lapor dengan Pak Bupati, Pak Dandim, dan ketua DPRD tadi. Sama-sama kita turunkan perangkat kita untuk meredam emosi keluarga yang bertikai. Mohon doanya. Saya juga berharap kepada teman-teman media bisa menjaga kondusifitas. Jangan sampai pemberitaan jadi pemicu sehingga situasi memanas,” ujarnya.

Popon menilai, adanya perselisihan itu tergantung dari diri masing-masing.

“Jika tidak ditanggapi secara emosi, kemungkinan perselisihan tidak akan terjadi. Kalau tidak bisa menahan emosi, akhirnya bisa seperti ini. Tadinya masalah sepele, mohon maaf akhirnya bisa meregang nyawa,” ungkapnya. (sya/mlo)



Pos terkait