Kakam Bonglai Minta Aparat Rutin Edukasikan Prokes di Masyarakat

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Terus bertambahnya jumlah warga Waykanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 membuat semua Kepala Kampung yang ada di Bumi Ramik Ragom Waykanan merasa gundah dan terus berupaya agar warganya tidak sampai terpapar Covid-19.

Hal itu pula lah yang dilakukan oleh Iwan Setiawan, SH, kepala kampung Bonglai yang meminta kepada seluruh perangkatnya untuk turun ke lapangan melakukan edukasi dan penyuluhan agar masyarakat mematuhi prokes.

Bacaan Lainnya

“Kita selaku perangkat Kampung harus mampu memberikan contoh dan tauladan yang baik bagi warga, selain itu saya minta agar pejabat setingkat RT/ Kepala dusun hingga pemuda Karang Taruna agar bergiliran menjaga posko Covid-19 yang ada di kampung, guna pengendalian penyebaran Covid-19. Posko tersebut harus berperan aktif mensosialisasikan protokol kesehatan dari pintu ke pintu hingga mengawasi tamu yang masuk ke wilayahnya masing-masing,” ujar Iwan Setiawan SH saat memimpin apel perangkatnya tadi pagi,

Menurut Iwan, apa yang ia sampaikan itu sesuai dengan yang tertuang di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri atau Mendagri No.3/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat kampung dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

“Aparat kampung, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, PKK, Karang Taruna, Remaja Masjid, agar semuanya dilibatkan di dalam penjagaan posko secara berjenjang,” kata Iwan Setiawan SH

Masih menurut Iwan, Posko covid 19 di tingkat kampung dipimpin oleh kepala kampung setempat dan diperkuat oleh seluruh unsur masyarakat yang tersedia. Posko covid 19 kampung itu harus melaporkan hasil pengawasannya secara berjenjang kepada posko kecamatan,dan kabupaten Waykanan.

Ada sejumlah tugas yang harus dikerjakan oleh posko Covid-19 kampung. Tugas yang pertama ialah pencegahan. Para petugas di posko Covid-19 kampung diminta untuk memperkuat komunikasi publik terkait protokol kesehatan Covid-19 secara mikro.

“Karena satuannya kecil-kecil lewat RT maka gerakan door to door untuk menjelaskan protokol kesehatan ini sangat diperlukan,” ujarnya.

“Selain itu juga mereka diminta pemerintah untuk memanfaatkan grup obrolan di pesan instan seperti WhatsApp dalam lingkungan RT untuk menyebarkan protokol kesehatan Covid-19. Lalu tugas yang kedua ialah penanganan. Posko Covid-19 kampung diminta untuk mengintensifkan kedisiplinan warga dalam menjalankan protokol kesehatan serta membagikan masker. Juga mengontrol penggunaan masker dan membantu memperkuat proses tracing dan tracking,” imbuhnya.(sah/mlo)


Pos terkait