Kakanwil Kemenag Lampung Buka Focus Discussion Reformasi Birokrasi

  • Whatsapp

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Juanda Naim membuka acara focus discussion reformasi birokrasi pencanangan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBK) serta pengukuhan satgas SPIP dan agen perubahan di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Jumat (9/4).

Dalam sambutannya, Juanda Naim mengatakan pencanangan pembangunan sarana integritas adalah langkah awal dan bagian dari mensukseskan reformasi birokrasi dengan melakukan penataan terhadap sistem penganggaran pemerintah yang baik, efektif, efisien, pelayanan prima dan memuaskan.

Bacaan Lainnya



Ia juga mengatakan pencanangan itu merupakan salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi yang diamankan oleh kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Lanjutnya, reformasi birokrasi yang menjadi komitmen seluruh institusi beserta peraturan pemerintah dan pelayanan publik dapat dinilai dari seberapa besar perubahan mendasar yang lalu dilakukan secara bertahap diharapkan mampu membentuk karakter aparatur birokrasi secara pribadi maupun kelembagaan pada akhirnya dampak positif dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Hal ini dapat dimulai dengan upaya strategis membangun karakter aparatur dan organisasi yang beretika dan profesional,” ungkapnya.

Ia juga berharap setiap institusi dan operatornya memiliki akuntabilitas dan kualitas kerja yang semakin baik sehingga harapan publik terhadap pelayanan yang berkualitas. 

“Hasil tuntas terukur serta mudah diakses dengan sendirinya akan terwujud,” tambahnya.

Kanwil Kementerian Agama adalah salah satu instansi yang banyak memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat seperti pelayanan haji, nikah, sertifikasi arah kiblat, wakaf dan lain dimana produk layanan tersebut di berada di unit kerja kaulah seksi penyelenggara tata usaha dan madrasah.

“Adanya kelemahan atau kekurangan di suatu sisi pandang saja maka akan berpengaruh pada citra positif masyarakat terhadap kementerian agama. Untuk mewujudkan kerja tersebut tentunya membutuhkan sebuah sistem pengendalian internal yang baru untuk mengarahkan semua sumber daya dan proses sesuai dengan smp dan peraturan perundang-undangan,” harapnya.

Ia juga menambahkan pengendalian harus selalu dimonitoring dan diperbaiki cara berkelanjutan untuk memasukkan semua sumber daya manusia dan proses yang telah sesuai SOP. 

Maka dengan adanya pengendalian internal akan ditemukan dan dianalisis berbagai resiko nantinya akan diambil tindakan pengendalian dan solusi wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani

“Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani kantor wilayah agama Provinsi Lampung saya canangkan,” pungkasnya. 

Acara tersebut dihadiri kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, para Kanwil Kemeneg se-provinsi Lampung dan para pimpinan lembaga lintas agama se-Provinsi Lampung. (ded/mlo)



Pos terkait