Kampung Donoarum Manfaatkan Dana Desa untuk Bangun Poskesdes

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kampung Donoarum, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah, merealisasikan Dana Desa (DD) 2020 dengan pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di Dusun 3 dengan anggaran Rp152.210.200. Pada 2021, DD juga akan dialokasikan untuk sarana-prasarananya.

Kepala Kampung Donoarum Purwadi menyampaikan realisasi bidang kesehatan melalui Poskesdes ini ditujukan sebagai posyandu induk, juga untuk kelas ibu hamil dan KB serta pertemuan kader pembangunan manusia dalam upaya program pencegahan stunting. 

Bacaan Lainnya


“Dengan adanya Poskesdes Donoarum ini akan lebih meningkatkan penerapan pola hidup sehat masyarakat dan penanganan lebih cepat untuk mendapatkan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat tentang kesehatan. Kami juga akan koordinasi meminta 2 atau 3 tenaga kesehatan untuk tugas di Poskesdes Donoarum,” katanya.

Selain Poskesdes, kata Purwadi, ada alokasi pembangunan sumur bor dan menara Pamsimas III di titik lokasi Dusun 4 melalui anggaran dana dari pusat atau APBN senilai Rp245.000.000.

“Realisasi nilai pekerjaan sebesar Rp306.250.000 dengan kontribusi dari swadaya masyarakat senilai Rp61.250.000. Dibangunnya Pamsimas III ini memberi manfaat untuk masyarakat lebih mudah dalam mendapatkan air bersih pada musim kemarau dengan air disalurkan langsung ke rumah warga dengan menggunakan instalasi jaringan pipa,” ujarnya.

Kampung Donoarum, kata Purwadi, sudah terdapat Pamsimas di Dusun 1, 3 dan 4. “Pada 2021 jika ada alokasi dana dari APBN akan dioptimalkan dibangun Pamsimas di Dusun 2 dengan jaringan pipa lebih panjang,” ungkapnya.

Terkait BLT, Kasi Pemerintahan Kampung Donoarum Heribertus Cahyadi menyatakan tahap I periode April, Mei, dan Juni 2020 diperuntukkan 168 keluarga penerima manfaat (KPM). “BLT tahap II periode Juli, Agustus, dan September 2020 untuk 168 KPM,” katanya.

Realisasi dana dari program 2020 Kampung Donoarum, kata Heribertus, telah selesai dilaksanakan. “Kedepan untuk 2021, Kampung Donoarum akan mengarah pada pemulihan ekonomi. Diantaranya penataan sentra kuliner di seputar lokasi lapangan. Ini agar masyarakat dapat melakukan usaha sehingga diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. Selain itu juga untuk infrastruktur, onderlagh dengan pemasangan batu 1.906 m x 3 m. Material batu sudah dipecah dan ada,” ungkapnya. (rnn/sya/mlo)




Pos terkait