Kampung Kota Jawa Realisasikan ADD Tahap 2, Bangun Siring Drainase Sepanjang 550 Meter

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kampung Kota Jawa, Kecamatan Negara Batin merealisasikan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap 2 untuk pembangunan Siring Pasang guna memperlancar drainase aliran air yang merupakan skala prioritas Kampung tersebut.

Kepala Kampung Kota Jawa F. Mascos, SH., mengatakan, akan memaksimalkan penggunaan dana desa sesuai skala prioritas. Sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung Kota Jawa 2021, maka alokasi tahap 2 diarahkan pada pembangunan Siring Pasang Hal ini ditujukan untuk memperlancar drainase aliran air dan menanggulangi longsoran karena tanah yang labil.

Bacaan Lainnya

Diharapkan setelah selesainya pekerjaan tersebut, masyarakat tidak lagi mengeluhkan tanah longsor menyebabkan jalan rusak, siring pasang yang Terletak di dusun sepanjang 550 m di Kampung Kota Jawa dikerjakan oleh TPKK dengan atas dasar hasil Musrenbang sebelumnya.

Lebih Lanjut Marcos mengatakan setiap kegiatan pembangunan fisik banyak menyerap tenaga kerja yang berasal dari dalam kampung dan diutamakan masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena dampak pandemi Covid-19. 

“Selain digunakan untuk pembangunan fisik, dana desa juga kami gunakan pembangunan di bidang kesehatan khususnya menitik beratkan pada program penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Sesuai dengan Permenkeu wajib menganggarkan dari dana desa dalam pelaksanaannya telah dilaksanakan pemberian BLT dana desa selama 2 Tahap,” ujar Marcos, Kamis (9/9).

Dalam pada itu, Salah seorang warga setempat yang minta namanya tidak ditulis menyatakan untuk memudahkan masyarakat mengetahui sejauh mana pelaksanaan Dana Desa, perlu diadakan pengumuman secara berkala seperti halnya yang dilakukan oleh pengurus Masjid setiap sebelum sholat jumat, dengan demikian penyimpangan dan atau kekeliruan dapat segera diluruskan kembali.

“Coba masyarakat juga diberi tahu berapa jumlah Dana Desa yang kita terima, dan dilaksanakan untuk apa saja, dan itu disampaikan secara berkala, dan kalau hal ini diberlakukan tidak perlu lagi lembaga audit, dan ataupun konsultan yang akhirnya memperbesar pengeluaran, karena warga sudah langsung mengauditnya, tetapi yang ada justru sebaliknya jangankan penjelasan, terkadang seperti halnya proyek sekarang ini, Plang papan nama saja tidak ada, jadi wajar kalau kami katakan proyek Siluman,” ujar sumber terpercaya tersebut.(sah/mlo)


Pos terkait