Kanwil Kemenag Lampung Monitoring PPDB – Tahfidz dan Tilawatil Qur’an

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Lampung melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021. 

Selain itu monitoring juga dilaksanakan pada program kegiatan Tahfidz dan Tilawatil Qur’an bagi siswa madrasah yang menjadi program unggulan Kanwil Kemenag Lampung yang telah dicanangkan pada awal tahun 2021 lalu. 

Bacaan Lainnya


Diketahui, Tahfidzil Qur’an merupakan kelanjutan dari program unggulan Kanwil yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015 lalu, yang dalam perkembangannya pada tahun 2019 telah masuk Rekor MURI, dengan mewisuda siswa tahfidz Madrasah se-Provinsi Lampung sebanyak 6.531 siswa yang terdiri dari hafiz 30 juz, 5 juz, 10 juz, 20-27 juz dan 28-30 juz. 

Kegiatan monitoring oleh tim kanwil kemenag lampung yang dilaksanakan ke sejumlah sekolah madrasah diantaranya dilaksanakan di MAN 1 lAMBAR, MTs Negeri  1 Lambar, MIN 1, 2 dan 3 tersebut dipimpin oleh Roswidan, S,Ag, M.Pd.I., perwakilan Bidang Madrasah Provinsi Lampung. 

Dalam kesempatan itu, Roswidan menjelaskan bahwa pengangkatan Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung, Drs. Hi. Juanda Naim, M.H pada tahun 2020 lalu masih menjadikan Program Tahfidzul Qur’an sebagai program unggulan untuk siswa madrasah Provinsi Lampung. 

“Beliau juga menambah program unggulan baru yaitu Tilawatil Qur’an untuk siswa madrasah MI, MTs dan MA. Melalui Program ini paling tidak anak lulusan madrasah dapat belajar tentang tajwid yang benar sehingga bisa membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwidnya. lebih jauh dari itu, diharapkan dapat menjadikan Lampung sebagai lumbung qori dan qoriah,” harapnya  

Selanjutnya, kata dia, melihat dan mengkaji program unggulannya tersebut, kakanwil melakukan monitoring sendiri dengan menunjuk tim untuk memantau program di seluruh kabupaten kota di Provinsi Lampung. 

“Dalam monitoring ini Kita ingin melihat sejauh mana program itu sudah dijalankan, termasuk kendala yang mungkin dihadapi, sehingga monitoring tersebut akan menjadi masukan dan bahan kebijakan kanwil untuk kedepannya, termasuk apakah perlu dibedakan kurikulum Tahfidz dan Tilawah untuk siswa madrasah setingkat MI, MTs dan MA,” paparnya lebih lanjut.

Begitupun terkait PPDB, pihaknya memantau apakah pelaksanaan PPDB di Madrasah dilakukan dengan sistem luring atau online atau masih campuran, misalnya pendaftaran dan tes online namun untuk sesi wawancara baca Al Qur’annya dilaksanakan secara luring  dan begitupun dengan tahapan lainnya.

“Disisi lain perlu diketahui juga bahwa terkait program Tilawah dan Tahfidz, Jika anak-anak sukses baik itu dalam Tilawah maupun Tahfidz.  Selain jadi ladang amal, saat ini banyak universitas dan dunia kerja yang memberikan perlakuan istimewa bagi mereka yang memiliki kemampuan Hafidz Al-Qur’an dan Qori atau Qoriah yang mumpuni,” pungkas dia.(edi/mlo)




Pos terkait