Kapan Gempa yang Guncang Tanggamus Berakhir? Ini jawaban BPBD

  • Whatsapp
Sekretaris BPBD Tanggamus Iwan Juniato saat menjelaskan mengenai gempa Swarm yang terjadi. - Foto rnn/mlo

Medialampung.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus menyatakan tidak bisa memprediksi kapan gempa tektonik yang mengguncang Kabupaten Tanggamus berakhir.

Menurut Sekretaris BPBD Tanggamus Iwan Juniato mewakili Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Ediyan M.Thoha, bahwa saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa.

Bacaan Lainnya

“Jadi saat ini baik BMKG dan BPBD belum dapat memprediksi kapan gempa berakhir. Karena belum ada alat yang bisa mendeteksi kapan terjadi gempa dan kapan gempa itu berakhir, kalau ditanya kapan gempa berakhir, ya, Wallahu a’lam,” kata Iwan, Senin sore (5/7).

Dijelaskan Iwan, bahwa gempa yang terjadi di dasar laut Teluk Semaka tersebut, merupakan jenis gempa Swarm. Gempa ini disebabkan oleh Sesar Semangko Barat yang sedang aktif.

“Gempa disebabkan oleh Sesar besar Sumatera,pada bagian ujungnya ada Sesar Semangko, nah Sesar Semangko ini terbagi lagi, terdiri dari segmen Sunda dan Segmen Kotaagung, yang aktif kemarin itu sebagian besar Segmen Sunda,” terang Iwan.

Masih kata Iwan, bahwa berdasarkan data yang diperoleh dari BMKG, gempa Swarm sudah terjadi sejak Kamis malam dan masih terjadi sampai Senin (5/7).

“Kalau sampai Minggu sore itu data dari BMKG menyebut ada sekitar 250 kali gempa dengan kekuatan bervariasi antara 1 magnitudo hingga 4 magnitudo, semakin kesini, kekuatan gempa berkurang tidak seperti saat awal,” ujar dia.

Masih kata Iwan bahwa, gempa Swarm tergolong gempa dengan kekuatan yang relatif kecil sehingga berdasarkan teori, tidak menimbulkan tsunami. 

“Potensi gempa Swarm, biasanya hanya di bawah 5 magnitudo, itu secara teori tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Kendati tidak berpotensi tsunami, namun Iwan tetap mengimbau masyarakat tetap waspada.

“Gempa Swarm belum tahu kapan akan berakhir, masyarakat diimbau tetap waspada, tidak panik dan tidak mudah percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya,” ucapnya.

Dikatakan Iwan bahwa berdasarkan investigasi BMKG dan BPBD tidak ada kerusakan didarat akibat gempa tektonik tersebut.

“Berdasarkan pendataan tidak ada kerusakan di darat akibat gempa bumi tersebut,” pungkasnya.(ehl/rnn)


Pos terkait