Karyawan Pabrik Tapioka Alami Kecelakaan Kerja Hingga Lengan Terputus

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Ujang, seorang buruh di pabrik PT. Agung Mulya Bunga Tapioka Pakuan Ratu Kabupaten Waykanan, saat ini hanya bisa merintih menahan sakit di rumah sakit Handayani Kotabumi, setelah lengan kanannya terputus saat tengah bekerja membersihkan mesin pemecah sagu di perusahaan tersebut.

“Lengan kanan UJ, terputus hingga ketiaknya akibat terjepit penbel mesin oven pemecah sagu, peristiwa naas itu terjadi saat korban bekerja di PT. Agung Mulya Bunga Tapioka, Kampung Tanjung Serupa Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Waykanan,” ujar salah satu saksi mata yang minta namanya dirahasiakan.

Bacaan Lainnya

Salah seorang tetangga korban Komari (57), membenarkan keterangan saksi mata tersebut, dan mengatakan bahwa korban sudah dibawa oleh PT. Agung Mulya Bunga Tapioka ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi untuk diberikan pertolongan.

“Sekarang korban sudah di bawa di rumah Sakit Handayani Kotabumi, kondisi korban tadi pagi sangat parah, karena hampir kehabisan darah yang terus mengucur dari tangan yang putus, dan saya baru mendapat kabar dari saudara korban sebab pihak rumah sakit menanyakan keberadaan potongan tangan korban yang terputus, dan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, potongan tangan itu sudah dibawa kerumah sakit dengan menggunakan sepeda motornya,” tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh pihak rumah Sakit yang menangani korban yakni dr. Yusup, dia mengatakan bahwa korban sempat diberikan pertolongan pertama. 

“Awalnya korban tersebut dibawa ke klinik saya, akan tetapi karena kondisinya cukup parah, langsung kami rujuk ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi dan sekarang saya belum mengetahui kondisi terakhir korban,” ujar dr. Yusuf saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sementara itu Kepala Kampung Tanjung Serupa Mardiono, juga membenarkan kejadian tersebut.

“Dalam laporan yang saya terima, kejadiannya pada saat korban sedang bekerja kurang lebih pukul 12.45 WIB, saya juga belum tahu persis kronologi kejadiannya gimana, sebab saya gak ditempat, dan sekarang saya belum sempat membesuk korban, yang pasti saya berharap agar perusahaan dapat bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, baik terhadap korban maupun keluarganya karena korban adalah tulang punggung keluarga,” ungkapnya.

Kapolsek Pakuan Ratu AKP Riffki B. membenarkan kejadian tersebut walaupun tidak mendapat laporan dari keluarga korban.

“Sudah monitor dan Informasinya saat ini korban sudah dibawa bandar Lampung untuk diobati,” ujar AKP Riffki.(wk1/mlo)




Pos terkait