Kasus Covid-19 di Pesbar Bertambah, KBM Tatap Muka Dihentikan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di satuan pendidikan jenjang SMP yang telah dilaksanakan sejak dua pekan terakhir, terhitung sejak Senin (21/9).

Pemberhentian KBM tatap muka itu sebagai tindak lanjut hasil rapat bersama tim gugus tugas percepatan penanganan coronavirus disease (Covid-19), terkait adanya penambahan enam kasus konfirmasi positif Covid-19 di kabupaten setempat.

Bacaan Lainnya

Plt. Kadisdikbud Pesbar Drs. Jon Edwar, M.Pd., mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat edaran ke seluruh SMP di kabupaten setempat agar menghentikan KBM secara tatap muka.

“KBM secara tatap muka memang sudah kita laksanakan sejak dua pekan terakhir, dengan menerapkan protokol kesehatan, bahkan siswa yang hadir hanya 50 persen dari jumlah di masing-masing kelas,” kata dia.

Dijelaskannya, karena ada penambahan kasus konfirmasi positif covid-19 sebanyak enam orang yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Pesbar, maka pihaknya memutuskan untuk menghentikan KBM tatap muka.

“Hasil rapat bersama tim gugus tugas, semua sepakat untuk menghentikan KBM tatap muka, ini dilakukan agar tidak terjadi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Selain kegiatan KBM tatap muka jenjang SMP yang dihentikan, rencana penerapan KBM tatap muka untuk satuan pendidikan tingkat SD juga dibatalkan, dengan begitu KBM dilaksanakan secara online atau belajar di rumah.

“Ini kita lakukan sebagai antisipasi penyebaran wabah corona ditengah-tengah masyarakat terutama di lingkungan sekolah, maka KBM kembali secara online,” ujarnya.

Pihaknya berharap seluruh sekolah tetap memaksimalkan KBM meski secara online, begitu juga dengan siswa tetap mengikuti KBM dan melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan maksimal meski dilakukan dengan cara daring.

“Kita berharap pandemi ini segera berakhir, agar KBM bisa dilaksanakan secara langsung oleh guru dan siswa di sekolah masing-masing,” tandasnya. (ygi/mlo)


Pos terkait