Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Kata Bupati Waykanan

  • Whatsapp
Bupati Way Kanan Hi. Raden Adipati Surya, SH., MM

Medialampung.co.id – Raden Adipati Surya mengungkapkan rasa miris dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Waykanan, untuk itu kedepan ia telah menyiapkan beberapa agenda penting dalam hal meminimalisir penyebaran Covid-19, untuk memperkuat yang telah ia lakukan bersama Tim gugus tugas setempat selama ini.

“Kalau upaya tentunya anda juga tahu bagaimana upaya kita selama ini dalam melakukan pencegahan baik melakukan edukasi kepada masyarakat, penyemprotan dan lain lain, akan tetapi kedepan ada beberapa hal yang juga akan saya tingkatkan, misal terkait dengan pembatasan jumlah acara, jumlah durasi waktu kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat, misalnya salah satunya adalah hajatan,” kata Bupati Waykanan tersebut.

Bacaan Lainnya


Dia juga mengaku akan melakukan Reaktivasi satgas sampai ke tingkat Kampung/Kelurahan, kemudian mewajibkan isolasi bagi kasus asimtomatik dan bergejala ringan dengan ketat, terus menggerakkan operasi yustisi penegakan hukum sesuai dengan Peraturan Bupati Waykanan No.26/2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan perda provinsi lampung No.3/2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Lebih jauh Adipati juga menjelaskan bahwa ada beberapa strategi yang sudah ia lakukan dalam pencegahan dan pengendalian  Covid-19 ini, yakni Pertama sebagai penguatan strategi dasar, dengan gerakan masker untuk semua yang mengkampanyekan kewajiban memakai masker saat berada di ruang publik atau di luar rumah. Karena kita tidak tahu apa orang di sekitar kita menderita Covid-19 tanpa gejala atau biasa disebut tanpa gangguan. Karenanya dengan pakai masker, kita yakini kita gak rentan pada penularan Covid-19 ini

Kedua, penelusuran kontak (tracing) dari kasus positif yang dirawat dengan menggunakan rapid test atau tes cepat. Di antaranya adalah pada orang terdekat, tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19, serta pada masyarakat. Inilah gunanya saya akan tentukan kebijakan untuk melakukan screening atau pemeriksaan penapisan dengan rapid test.

Tujuannya untuk penjaringan kasus penelusuran kontak pada tenaga kesehatan dan komunitas di wilayah yang banyak sekali kasus positif. Ini strategi awal yang dilakukan terkait tes.

Ketiga adalah edukasi dan penyiapan isolasi secara mandiri pada sebagian hasil tracing yang menunjukan hasil tes positif dari rapid test atau negatif dengan gejala untuk melakukan isolasi mandiri. Isolasi ini bisa dilakukan mandiri. Sehingga saudara kita bisa lakukan dengan baik tanpa ada stigmatisasi, jika kemudian dilakukan tes ulang ditemukan positif atau keluhan klinis yang memburuk, baru akan dilakukan pengecekan antigen melalui metode PCR

“Sampai sekarang kita sudah melaksanakan pemeriksaan lebih dari 5000 ribu. Tes PCR kita tes di labkesda prov Lampung untuk menegakkan diagnosa dari mekanisme screening,” kata Adipati.

Keempat adalah isolasi Rumah Sakit yang dilakukan kala isolasi mandiri tidak mungkin dilakukan, seperti karena ada tanda klinis yang butuh layanan definitif di Rumah sakit. Puncaknya adalah RS rujukan, untuk penanganan kasus dengan keluhan sedang hingga berat yang butuh peralatan bantu yang spesifik termasuk ventilator.

“Strategi ini kita lakukan dalam rangka mengefektifkan, mengefisienkan dan tepat sasaran saat kita gunakan Sumber Daya yang kita miliki, akan tetapi semua ini saya mengingatkan bahwa ujung tombak penanggulangan covid19 ini adalah masyarakat,” imbuhnya.

Bagaimanapun juga pondasi mencegah penularan Covid-19 ini harus diperkuat dengan menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Hindari kerumunan, jaga kesehatan diri sendiri, jangan lakukan perjalanan ke manapun, ke luar rumah hanya diperlukan, selebihnya di rumah.

“Kita bisa melindungi diri kita, keluarga kita, tetangga kita. Hanya kita sendiri yang bisa melindungi diri kita semua dari ancaman Covid-19 ini,” pungkasnya.(wk1/mlo)




Pos terkait