Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Lamtim Aktifkan Kembali Posko Perbatasan

  • Whatsapp
Rapat Tim Gugus Tugas Lamtim Bahas Pencegahan Peningkatan Covid-19. - Foto protokol Lamtim/mlo

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur kembali meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas warga yang keluar dan masuk wilayah setempat.

Hal itu menyusul meningkatnya kasus coronavirus disease 2019 (covid-19) di Kabupaten Lampung Timur yang telah mencapai 16 kasus.

Bacaan Lainnya



Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamtim Masyhur Sampurna Jaya menjelaskan, guna mencegah penyebaran covid-19, maka Posko di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa akan kembali diaktifkan. Itu termasuk, Posko yang terletak di perbatasan kabupaten. 

Dilanjutkan, Posko tersebut bertugas mengawasi arus keluar masuk warga luar daerah ke wilayah Lamtim.

“Warga dari luar daerah yang masuk ke Lamtim harus menjalani isolasi mandiri,” jelasnya.

Menurutnya, pengaktifan kembali Posko pemantauan merupakan hasil rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda yang digelar di Aula Sekretariat Kabupaten, Senin (14/9).

Melalui rapat yang dipimpin Bupati Lamtim Zaiful Bokhari tersebut juga diputuskan, Pemkab bersama jajaran Forkopimda dan Forkopimcam serta pamong desa akan kembali meningkatkan sosialisasi pencegahan covid-19 terutama penerapan protokol kesehatan. 

“Melalui peningkatan kembali pengawasan diharapkan kasus Covid-19 di Lamtim tidak bertambah lagi,” harap Masyhur.

Ditambahkan, saat ini kasus covid-19 di Lamtim bertambah 1 lagi sehingga menjadi 16. Itu menyusul, tambahan 1 kasus dari Kecamatan Raman Utara.

Menurutnya, tambahan kasus baru itu bukan termasuk kluster pabrik, tapi warga Lamtim yang sering melakukan perjalanan ke Kota Metro.

Diketahui sebelumnya,  kasus covid-19 di Lamtim meningkat menjadi 15 orang.

Itu belum termasuk, warga Lamtim yang terpapar covid-19 di daerah lain.

Kepala Dinas Kesehatan Lamtim dr.Nanang Salman Saleh menjelaskan, dari 15 kasus Covid-19 tersebut, 8 diantaranya merupakan hasil tracing terhadap pasien 05 perempuan asal Kecamatan Raman Utara.

Dari 8 hasil tracing, 6 diantaranya merupakan keluarga dan karyawan pabrik milik pasien 05.  Kemudian, 1 lagi merupakan asisten rumah tangga (ART) dan 1 lagi tukang pijat. Untuk ART dan tukang pijat saat ini menjalani isolasi di RSUD Sukadana.

Kemudian, penambahan 2 lagi kasus baru. Masing-masing, 1 warga Kecamatan Pekalongan dan 1 warga Kecamatan Brajaselebah. Untuk warga Kecamatan Pekalongan memiliki riwayat perjalanan dari Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan.

Sedangkan, warga Kecamatan Brajaselebah memiliki riwayat perjalanan dari Kalimantan. 

“Keduanya saat ini menjalani isolasi mandiri,” jelas dr. Nanang. (wid/mlo)



Pos terkait