Kasus DBD di Pringsewu Diprediksi Meningkat Hingga Akhir Februari

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Selain Covid-19, Demam berdarah dengue (DBD) juga perlu mendapat perhatian. Apalagi Kabupaten Pringsewu juga memiliki potensi penyebaran penyakit ini.

Pada musim penghujan saat ini, yang perlu diwaspadai adalah penyebaran penyakit DBD.

Bacaan Lainnya


“Di Pringsewu jumlah penderita DBD itu jauh lebih banyak dari jumlah Covid-19. Bahkan pernah di seluruh Provinsi Lampung, Pringsewu menempati urutan kedua terbanyak setelah Bandarlampung dalam jumlah kasus DBD,” pesan Wabup Pringsewu H. Fauzi tanpa merinci.

Dikatakannya dari 131 pekon dan kelurahan se-Kabupaten Pringsewu, hanya 10 pekon yang tidak terkena DBD.

“Salah satu cara pencegahannya selain dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah dengan menanam serai yang merupakan salah satu tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk,” katanya.

Mengenai ancaman DBD tersebut, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Pringsewu, Herlambang memprediksi akan ada peningkatan kasus.

“Diperkirakan kasus DBD di Pringsewu akan meningkat hingga Februari 2021,” ungkapnya.

Lanjut Herlambang meskipun pada  2020 lalu, kasus DBD sudah  berkurang.

“Pada September 2020 lalu ada 13 orang yang terkena DBD, berkurang menjadi 6 orang di bulan November, serta 10 orang hingga akhir tahun lalu,” jelasnya.

Namun, seiring memasuki musim penghujan, diprediksi akan meningkat hingga Februari. “Ini hanya prediksi, mudah-mudahan saja tidak,” harap Herlambang. (sag/mlo)


Pos terkait