Kasus Mayat Dalam Karung Terungkap, Lima Orang Terduga Pelaku Diamankan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Jajaran Sat-Reskrim Polres Lampung Barat berhasil mengungkap kasus penemuan mayat laki-laki yang sebelumnya ditemukan di dalam karung di aliran Curug Way Wali, di Pemangku Mekarjaya, Pekon Atarkuwau, pada Selasa (2/11) lalu.

Kasat Reskrim AKP M. Ari Satriawan mewakili Kapolres Lambar AKBP Hadi Saepul Rahman S.Ik, membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya belum dapat memberi informasi lebih lanjut karena tim masih melakukan pengembangan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah sudah (terungkap) mas, untuk sementara masih lima orang kita amankan. Terkait motif pembunuhan karena dendam,” ungkap AKP M. Ari Satriawan.

Sayangnya saat dikonfirmasi terkait identitas para terduga pelaku, pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut.

“Untuk sementara itu dulu, nanti kami infokan lagi, karena saat ini kita masih melakukan rangkaian pemeriksaan,” singkatnya.

Seperti diketahui, sebelumnya warga Pemangku Mekar Jaya, Pekon Atarkuwau, Kecamatan Batuketulis, digegerkan dengan peristiwa penemuan mayat yang berada dalam karung di aliran Curug Way Wali.

Peratin Atarkuwau Tri Aryogi mengatakan, karung yang berisi mayat tersebut pertama kali ditemukan warga yang sedang memancing di sungai.

“Lokasinya di sungai, awalnya ada warga kami sedang memancing dan melihat karung yang mengambang di sungai, saat itu karung tersebut dipenuhi lalat dan mengeluarkan bau busuk. Ketika dilihat lebih dekat ternyata berisi sesosok mayat,” jelasnya.

Usai mengetahui hal tersebut, warga langsung berusaha meminggirkan karung tersebut ke tepi sungai dan langsung menghubungi aparat pekon agar dapat segera dilaporkan ke polsek sekincau.

Dari hasil pemeriksaan oleh polisi di lokasi, kuat dugaan mayat merupakan korban pembunuhan.

“Kalau dilihat dari fisik penemuan mayat dengan kondisi tangan dan kaki terikat kemudian ditemukan dalam karung, kemungkinan korban ini pembunuhan,” ungkap Kasat Reskrim M. Ari mewakili Kapolres Lambar AKBP Hadi Saepul Rahman S.Ik,

Selain itu menurutnya, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar lima hingga tujuh hari. (edi/mlo)

Pos terkait