Kasyanto, Mantan TKI yang Kini Jadi Petani Kopi Harumkan Nama Lambar

  • Whatsapp
Kasyanto, Petani Kopi asal Pekon Batukebayan, Kecaman Batuketulis, mengendarai sepeda motor untuk menerima sertifikat penghargaan juara I lomba cita rasa kopi tingkat Provinsi Lampung.

Medialampung.co.id- Sebuah prestasi membanggakan yang telah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Lampung Barat khususnya pada sektor perkopian diraih oleh Kasyanto petani kopi dari Pekon Batukebayan Kecamatan Batuketulis.

Dimana, pada lomba Apresiasi petani Kopi Robusta II Tahun 2020 yang digelar PT Asia Makmur tingkat Provinsi Lampung melalui pengiriman sampel biji kopi, Kasyanto berhasil meraih juara I untuk kategori Natural Proses pengolahan kopi robusta. 

Bacaan Lainnya


Kasyanto sendiri adalah mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pernah sepuluh tahun bekerja di Malaysia, dia memutuskan pulang kampung untuk menekuni profesi barunya sebagai petani kopi.

Selama ini, ia memang berkeinginan untuk terus memajukan sektor perkopian di Lambar dan ingin memperkenalkan secara luas bahwa Kopi Robusta Liwa (Korola) Lampung Barat yang memang pantas dikenal oleh seluruh kalangan pecinta kopi dengan aroma dan cita rasanya yang khas.

“Daerah kita ini memang sangat mendukung baik secara geografis maupun iklim untuk menghasilkan produksi kopi yang berkualitas baik, tapi semua itu kembali lagi pada konsistensi si petani dalam menjaga kualitasnya, mulai dari perawatan tanam hingga pengolahan pasca panen dengan baik dan benar,” ungkap Kasyanto

Menurutnya, apabila petani konsisten akan hal tersebut maka ia berkeyakinan bahwa Kopi Robusta Liwa mampu bersaing di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional.

“Semoga apa yang saya raih ini bisa memotivasi para petani lainnya, agar kita dapat bersama-sama memajukan sektor perkopian di Lambar, terutama Kopi Robusta Liwa yang harapannya nanti dapat mendunia. Tak lupa ucapan terimakasih kepada disbunnak karena berkat bimbingan dan pendampingan dari mereka maka saya berhasil meraih juara ini semua,” harapnya.

Sementara itu, Peratin Batukebayan Murtoyo, mengatakan bahwa keberhasilan salah satu warganya tersebut merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa dan patut di apresiasi.

“Pak Kasyanto adalah seorang mantan TKI yang selama 10 tahun merantau ke Malaysia. Kemudian ia pulang untuk menekuni diri sebagai seorang petani kopi,” ungkapnya. 

Di mata masyarakat, Kasyanto merupakan sosok petani yang sangat sederhana namun tekun dan konsisten dalam membidangi usaha perkopian di wilayah tersebut, karena selain sebagai petani ia juga dikenal sebagai salah satu pelaku usaha produksi kopi dengan merek dagang Kopi Menara.

“Orangnya sederhana tapi sangat konsisten untuk menjaga setiap mutu dan kualitas produksi kopi yang dihasilkan, bahkan kesederhanaan itu begitu Nampak ketika beliau hendak mengikuti lomba hingga berhasil menjuarai lomba tersebut ia berangkat dari Betukebayan menuju Kota Bandar Lampung menggunakan sepeda motor,”ungkapnya.

Ia menilai bahwa keberhasilan kasyanto merupakan buah hasil dari ketekunannya sebagai petani kopi yang benar-benar konsisten menjaga mutu dan kualitas setiap biji kopi yang dihasilkan mulai dari proses perawatan tanam hingga pengolahan pasca panen.

“Namun untuk terus mendukung semangatnya, dari yang kami lihat pak Kasyanto ini masih sangat membutuhkan dukungan modal untuk pengolahan lahan serta dukungan sarana prasarana untuk pengolahan kopi, tentunya untuk meningkatkan kreasinya sehingga produk kopi robusta liwa bukan hanya berjaya di di tingkat provinsi akan tetapi bisa ke tingkat nasional bahkan internasional,” harapnya.(edi/mlo)



Pos terkait