Kawanan Gajah Kembali Mengamuk, 48 Rumah Warga BNS Rusak Parah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kawanan gajah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang sebelumnya mengamuk di Talang Lokasi, Talang Batu Ampar, dan Talang Batu Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh Lampung Barat yang menyebabkan 27 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi, kini satwa berbadan besar tersebut bergeser ke Talang Gajah Pekon Bumi Hantatai Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS).

Kawanan gajah tersebut kembali melakukan pengrusakan terhadap tanaman dan tempat tinggal warga, ada sekitar 12 rumah warga di Pemangku Talang Rejo, kemudian 36 rumah warga Talang Gajah Pekon Bumi Hantatai rusak parah. Aparat pekon dan kecamatan saat ini masih terus menginventarisir terhadap dampak teror gajah yang terjadi.

Bacaan Lainnya




Juru Tulis Pekon Bumi Hantatai Darsim mengungkapkan, kawanan gajah tersebut saat ini terpantau masih terus berkeliaran, dan lokasi terakhir terpantau di Talang Gajah. Sebelum sampai di Talang Gajah, kawanan gajah tersebut sempat merusak 12 rumah warga di Pemangku Talang Rejo, kemudian dari Talang Gajah dilaporkan ada 36 rumah warga rusak.

”Iya, kawanan gajah tersebut masih kulu kilir, sempat merusak 12 rumah di Pemangku Talang Rejo dan untuk kerusakan lainnya di Talang Gajah berdasarkan laporan dari Pemangku ada 36 rumah warga, semoga tidak ada penambahan lagi,” ungkap Darsim.

Ia melanjutkan, untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka untuk sementara waktu warga khususnya perempuan dan anak-anak mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, sementara untuk laki-laki dewasa berjaga-jaga.

“Untuk perempuan dan anak-anak mengungsi, untuk bapak-bapak jaga kampung, dan agar mencegah kawanan gajah kembali ke permukiman dan menimbulkan kerugian lebih parah lagi,” bebernya. 

Sementara, Sekretaris Kecamatan BNS Patoni, S.Sos, M.Si., mengungkapkan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan menemui warga yang masih berada di tempat tinggal mereka di lahan garapan. 

”Iya, kawanan gajah yang sebelumnya berada di wilayah Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh, kini bergeser ke Talang Gajah Pekon Bumi Hantatai, untuk kerusakan baik tempat tinggal maupun tanaman ada, kami bersama dengan aparat pekon sedang melakukan pendataan, nanti akan kami laporkan ke Dinas Sosial,” ungkap Patoni, mewakili Camat BNS Suryanto, S.Pd.

Mengingat kawanan gajah yang salah satu bernama Bunga tersebut cukup agresif, kata dia, maka pihaknya mengajak masyarakat Talang Gajah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman sementara. Mengingat sewaktu-waktu kawanan gajah tersebut bisa kembali , dan tentunya itu akan sangat membahayakan nyawa masyarakat itu sendiri.

”Kawanan gajah ini sudah kali kedua memasuki lahan garapan dan masuk permukiman di Talang Gajah, karena itu saya meminta masyarakat yang berada di wilayah itu untuk mengungsi sementara, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saya juga menyampaikan pesan bapak bupati agar masyarakat menjaga keselamatan dan harus tetap tenang, serta tidak melakukan tindakan yang akan membahayakan, seperti melakukan penggiringan kawanan gajah tanpa pendampingan petugas,” kata dia. 

Untuk diketahui, sebelumnya kawanan gajah tersebut sempat mengamuk di Talang Lokasi, Talang Batu Ampar dan Talang Batu Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh. Sedikitnya 27 KK harus mengungsi, dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Konflik gajah dan manusia di Suoh dan BNS tidak ada habisnya, hal ini dikarenakan lokasi terjadinya konflik merupakan jalur perlintasan kawanan gajah dengan habitat asli TNBBS yang kini jalur perlintasan tersebut telah berubah menjadi lahan garapan warga. (nop/mlo)


Pos terkait