Kayu Tas Jadi Salah Satu Koleksi Tanaman di KRL

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pohon dengan jenis Exbucklandia populnea (R.Br.ex Griffith) family dari Hamamelidaceae atau biasa disebut masyarakat lokal kayu tas, biasanya hanya tumbuh di daerah pegunungan dan perbukitan dengan ketinggian 1200 -2000 Mdpl, ternyata bisa ditemukan di Kebun Raya Liwa (KRL) Kabupaten Lampung Barat.

Kepala  UPT KRL Sukimin  mengungkapkan, kayu tas merupakan pohon endemic kabupaten setempat, dan biasanya hanya ditemukan di Gunung Pesagi dan juga Gunung Seminung. Berawal dari cerita rakyat, dan mitos dari pohon tersebut sebagai pohon tolak bala dan juga  penyembuh berbagai penyakit  maka pihaknya melakukan eksplorasi dari gunung pesagi dan  juga gunung seminung.

Bacaan Lainnya



Khusus pohon yang ditanam 24 September 2018 dengan lokasi Taman tematik rumput induk Kebun Raya Liwa, oleh Indra Nugraha, dengan Kolektor bernomor IP 1140 L2016110042, berasal dari Hutan Lindung Gunung Pesagi Pekon Hujung Kecamatan Belalau.

”Ada cerita menarik  kenapa  pohon tersebut kita jadikan salah satu koleksi, itu karena  mitos yang berkembang di masyarakat secara turun menurun,  salah satunya menjadi pohon tolak bala dan  dijadikan obat, karena cerita menarik itulah maka kami melakukan eksplorasi di gunung pesagi dan gunung seminung, dan saat ini kita punya dua pohon yang tumbuh dengan baik, satu pohon di kebun pembibitan dan satu pohon lainnya kita tanam di  Kebun Raya Liwa,” ungkap Sukimin.

Salah satu tujuan eksplorasi tersebut, kata Sukimin, selain akan menambah koleksi di KRL, juga diharapkan menjadi salah satu koleksi yang menarik minat pengunjung. Terlebih kayu tas tidak bisa ditemukan di tempat lain, selain di habitat aslinya yakin Gunung Pesagi dan Gunungseminung serta di Kebun Raya Liwa.

”Sampai saat ini ada kepercayaan masyarakat tentang kayu tas, hal itu dibuktikan di tempat aslinya yakni Gunung Pesagi dan Gunungseminung yang mulai langka ditemui, sekarang tidak perlu susah-susah untuk tahu tentang kayu tas, silahkan ke Kebun Raya Liwa atau ke kebun pembibitan,” ajaknya. 

Ia menambahkan, koleksi langka lainnya di kebun pembibitan KRL  yakni Pakis ekor monyet atau pakis simpei Cibotium barometz (L.) J. SM., Famili Dicksoniaceae, tanaman tersebut memiliki potensi tinggi sebagai obat tradisional,bulu bulu dari tumbuhan ini dapat digunakan sebagai pembeku darah,selain itu bisa juga dapat sebagai pengisi bantal atau kasur, selain itu dapat dijadikan sebagai tanaman hias. (nop/mlo)



Pos terkait