KBM Tatap Muka di Tanggamus, Diperkirakan Mulai Oktober

  • Whatsapp
Sekretaris Disdik Tanggamus Lauyustis saat menyampaikan mengenai persiapan KBM Tatap Muka kepada K3S dan MKKS.

Medialampung.co.id – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Kabupaten Tanggamus diperkirakan akan berlangsung pada Oktober. 

Tapi sebelum itu diberlakukan satuan pendidikan dalam hal ini sekolah harus “lulus” dari penilaian tim Assessment yang dibentuk dinas pendidikan (Disdik).

Bacaan Lainnya



Menurut Sekretaris Disdik Tanggamus Lauyustis, tim Assessment akan mulai bekerja diperkirakan pada 9 September mendatang. Sebelum tim Assessment turun, sekolah harus menyiapkan segala sesuatunya, total ada 20 item yang harus dipenuhi.

Diantaranya menyiapkan alat pengukur suhu tubuh (thermogun), mengatur jarak duduk siswa, pemetaan warga satuan pendidik mulai dari  pendataan penyakit bawaan hingga riwayat perjalanan peserta didik apakah habis bepergian dari daerah zona merah.

“Selain sanitasi yang harus memadai,tugas cukup berat dari pihak sekolah adalah wajib mendata ada atau tidaknya penyakit bawaan peserta didik hingga riwayat perjalanan, jadi butuh kejujuran dari orang tua murid,” kata Lauyustis mewakili Kepala Disdik Tanggamus A. Dasmi yang ditemui usai membuka rapat koordinasi (Rakor) bersama di Bukit Idaman Kecamatan Gisting, Kamis (27/8)

Masih kata Lauyustis, bahwa dibutuhkan komitment kuat dukungan orang tua murid dalam menyiapkan pembelajaran tatap muka di era Pandemi Covid-19.

Komitmen itu diwujudkan dengan surat pernyataan orang tua murid dan juga ketua komite sekolah.

“Orang tua juga harus paham dan mendukung penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, seperti memastikan anaknya memakai masker saat pergi kesekolah. Selain dukungan dari orang tua murid, sekolah juga harus melakukan MoU dengan puskesmas/pustu dan klinik,” tambahnya.

Masih kata Lauyustis,bahwa penilaian dilakukan secara ketat sehingga sekolah harus memenuhi 20 item yang telah ditetapkan.

“Jadi kalau seandainya satu saja dari 20 item itu sekolah belum bisa memenuhi maka sekolah tersebut belum bisa melaksanakan KBM tatap muka,” kata dia.

Dilanjutkan Lauyustis bahwa tim Assessment bekerja kurang lebih tiga pekan dengan melibatkan lima tim.

“Ada hampir seribuan sekolah, satu tim melakukan assessment di empat kecamatan. Jadi waktunya kurang lebih tiga pekan. Hasil assessment dirapatkan dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, lalu dilaporkan kepada bupati, keputusan terakhir di kepala daerah dalam hal ini bupati, jadi estimasinya kalau bupati mengizinkan Oktober KBM tatap muka dapat dilaksanakan,” terangnya.

KBM Tatap Muka nantinya terus Lauyustis, dilakukan secara serentak dari mulai jenjang SMA/SMK, SMP dan SD, lalu untuk jenjang TK dan PAUD, dua bulan setelahnya.

“SKB Empat Menteri sudah direvisi sehingga SMA hingga SD bisa serentak, dua bulan setelahnya baru jenjang TK/PAUD, lalu dalam kelas juga murid dibatasi untuk jenjang SMP maksimal 16 siswa, sedang SD maksimal 14 siswa dan PAUD lima orang dan waktu belajar juga dipangkas maksimal 3,5 jam,” pungkas Lauyustis.(ehl/rnn/mlo)



Pos terkait