KBP Resmi Diluncurkan di Waykanan

  • Whatsapp
Pjs Bupati Way Kanan Ir.Mulyadi Irsan menyambut Anggota DPR RI saat peluncuran KPB di Kecamatan Buay Bahuga, Rabu (21/10)

Medialampung.co.id – Kartu Petani Berjaya (KPB) hari ini diluncurkan di  Waykanan, KPB adalah Program Gubernur Lampung yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani menuju kesejahteraan melalui upaya penyelesaian permasalahan secara terstruktur, sistematis dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi dan merupakan program yang menghubungkan semua kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat dalam proses pertanian secara bersama-sama.

Penjabat Sementara Bupati  Waykanan Ir., Hi. Mulyadi Irsan MT pada peluncuran KPB yang dihadiri pula oleh Rektor Universitas Bandar Lampung, Direksi PT. Bank Lampung, BNI, Bank Mandiri dan BRI, Jajaran Produsen Pupuk PT. Pusri dan Petrokimia Gresik Provinsi Lampung, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Saipul, S.Sos., M.IP, dan Instansi Vertikal, menyatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten  Waykanan sangat mendukung program Kartu Petani Berjaya serta mengharapkan bantuan serta dukungan dari Tim KPB Provinsi Lampung agar implementasi program KPB di Kabupaten  Waykanan dapat berjalan baik dan lancar.

“Kepada semua dinas terkait, Camat, Kepala UPT dan PPL ikut mendukung dan membantu program ini dan di Tahun mendatang bisa bertambah di Kecamatan-kecamatan yang lain. Dimana sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di Kabupaten  Waykanan, dan mempunyai peranan strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Mulyadi Irsan.

”Dengan adanya dukungan potensi sumber daya alam yang memadai maka hampir 80% penduduk  Waykanan bermata pencaharian di sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Serta dari berbagai sektor tersebut, bidang tanaman pangan menjadi andalan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di Kabupaten  Waykanan dengan potensi luas sawah sebesar 20.465,61 Ha,” imbuhnya.

Pjs Bupati Mulyadi Irsan juga menyampaikan berbagai komoditas dapat dikembangkan baik komoditas tanaman pangan yang merupakan komoditas strategis ketahanan pangan maupun komoditas hortikultura.

Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung maupun Pemerintah Pusat yang terus memberikan prioritas dan fokus pada pengembangan sejumlah komoditas khususnya tanaman pangan yang sangat prospektif untuk dikembangkan. 

Begitu juga tanaman palawija dan jenis-jenis tanaman hortikultura sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan dari sisi kuantitas maupun kualitas produksi.

Metode mekanisasi pertanian yang diterapkan dalam pengelolaan Usaha Tani di Kabupaten  Waykanan mulai dari persiapan lahan, pengolahan lahan sampai penanganan pasca panen dengan bantuan Alat Mesin Pertanian. Pengelolaan Alsintan sejak tahun 2018 telah dikelola oleh Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Beberapa permasalahan yang ada di petani seperti kepemilikan lahan, regenerasi petani, birokrasi, modal, keterampilan petani, informasi dan tata niaga memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan petani sendiri, lanjutnya

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, lanjut Pjs Bupati  Waykanan, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 9 Tahun 2020 yang mengatur tentang Program Kartu Petani Berjaya dan telah dilaksanakannya launching Program Kartu Petani Berjaya di Provinsi Lampung pada tanggal 6 Oktober 2020 di Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.

Pjs Bupati Mulyadi berharap dengan adanya program kartu petani Berjaya ini dapat meningkatkan pendapatan petani menuju kesejahteraan petani melalui upaya penyelesaian permasalahan secara terstruktur, sistematis dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Diharapkan pula para petani mendapatkan kemudahan jaminan kepastian dalam usaha budidaya pertanian diantaranya ketersediaan sarana produksi, akses permodalan, pembiayaan, asuransi, pembinaan usaha dan teknologi, penanganan panen dan pasca panen, pemasaran hasil, jaminan sosial dan beasiswa pendidikan bagi anak petani berprestasi yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi Bidang Pertanian.ujar Pjs Mulyadi Irsan.

Pjs Bupati  Waykanan Mulyadi Irsan menambahkan, Dengan terlaksananya program Kartu Petani Berjaya ini tentunya memerlukan kerjasama berbagai elemen seperti perbankan selaku lembaga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tani untuk mendukung pencapaian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), produsen dan distributor pupuk bersubsidi, kelembagaan koperasi, serta pelaku ekonomi dan usaha lainnya.

Kepada pihak-pihak yang saling berkaitan dengan program Kartu Petani Berjaya di Kabupaten  Waykanan kiranya dapat membantu terlaksananya program ini dan saling berkoordinasi serta bekerja sama dengan dinas terkait dalam pelaksanaan program ini selanjutnya.

Mulyadi Irsan kembali berpesan kepada para kelompok tani yang melaksanakan program KPB untuk dapat berkoordinasi dengan Dinas terkait dalam pelaksanaannya sehingga dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan demi kemajuan bersama.

Untuk diketahui, Kecamatan Bahuga dan Buay Bahuga adalah kecamatan yang akan menjadi uji coba program Kartu Petani Berjaya di Kabupaten  Waykanan, hal ini sebagai langkah lanjutan setelah program penebusan pupuk bersubsidi melalui billing system yang telah berhasil dilaksanakan di kecamatan tersebut.

Adapun Data peserta Kartu Petani Berjaya yang telah diusulkan di Kecamatan Buay Bahuga terdiri dari 4 kampung, 67 kelompok tani, 1.689 petani, luas lahan 1.325 hektar dengan komoditas padi. Kecamatan Bahuga terdiri dari 3 kampung, 40 kelompok tani, 902 petani, luas lahan 700 hektar dengan komoditas padi.

Total yang telah diusulkan adalah 107 kelompok tani, 2.591 petani, dengan luas lahan 2.025 hektar. Percobaan KPB di Kabupaten  Waykanan akan dilaksanakan dalam membentuk komunitas petani dalam satu Corporate Farming dan Integrated Farming.

Pada kesempatan itu pula, Pjs Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ny. Drg. Hellen Veranica Mulyadi juga melakukan penyerahan Klaim AUTP sebesar Rp 892.950.000 per 148,83 Ha Periode Januari sampai dengan September 2020 atas nama Sayuno Poktan Sri Harjo 2 untuk Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau, Klaim AUTP sebesar Rp 56.500.000 Periode Januari sampai dengan September 2020 atas nama Wayan Poktan Puji Rahayu, Bantuan Alsintan pasca panen 2020 berupa Combine Harvester 8 Unit sebesar Rp 1.148.045.000, Corn Sheller 7 Unit sebesar Rp 169.180.000 dan Power Thresher 7 Unit sebesar Rp 231.995.000 serta KUR BRI sebesar Rp 200 juta atas nama Junaidi Kecamatan Blambangan Umpu.(wk1/mlo)




Pos terkait