Keberhasilan Program Pamsimas di Pekon Semarang Jaya Melibatkan Kaum Perempuan

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Pekon Semarang Jaya Kecamatan Airhitam Kabupaten Lambar merupakan salah satu pekon di kabupaten ini yang mendapatkan bantuan dana dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III pada tahun 2017 dan kini telah berhasil. 

District Coordinator (DC) Pamsimas Kabupaten Lambar M. Husein, S.T. Mengungkapkan, pada tahun 2017, Pekon Semarang Jaya Kecamatan Air Hitam adalah salah satu pekon yang mendapatkan bantuan dana Pamsimas III, sejak itulah pembangunan khususnya bantuan air minum dirasakan oleh masyarakat Semarang Jaya.

Bacaan Lainnya


Selama musim kemarau banyak sumur warga yang mengering dan mengalami kesulitan untuk mengakses air minum, biasanya masyarakat Semarang Jaya dimusim kemarau mengambil air di sungai-sungai yang jaraknya sampai 3 -5 Km dari rumahnya, hal ini yang membuat masyarakat Pekon Semarang Jaya begitu antusias menerima program Pamsimas III.

Lanjut dia, setelah selesai pembangunan sarana air minum di Pekon Semarang Jaya pada tahun 2017 dengan sambungan rumah (SR) sebanyak 75 Unit, dilanjutkan pembangunan sarana air minum dengan menggunakan dana desa sebanyak 2 unit dengan SR sebanyak 65 Unit.

“Pada tahun 2019 Pekon Semarang Jaya mendapatkan DAK Penugasan dengan 100 unit sambungan rumah, antusias yang tinggi ini membuat perencanaan dan pelaksanaan program berjalan sangat baik, karena itu di tahun 2020 ini Pekon Semarangjaya kembali mendapatkan Program HID (Hibah Insentif Pekon), tidak sedikit masyarakat untuk memasang SR, karena kebermanfaatan program begitu berpengaruh di dalam aspek kehidupan sehari-hari khususnya kaum ibu-ibu yang berkutat dalam peran domestic, memasak, mencuci piring, serta mencuci baju,” ungkap Husein, Rabu (25/11)

Untuk Pekon Semarang Jaya, kata dia, Ketua KP-SPAMS adalah Ibu Maroah yang begitu semangat menjalankan tugasnya. Dibawah kepemimpinan Ibu Maroah telah terkumpul saldo kas sebesar Rp.20.000.000,00 hasil dari iuran yang dikumpulkan setiap bulannya.

Ia menjelaskan di dalam setiap pertemuan Ketua KP-SPAMS Maroah dapat mengajak kaum perempuan untuk berkumpul dan bermufakat untuk kepentingan bersama dalam memenuhi kebutuhan air minum dan Sanitasi. 

“Di setiap pertemuan, ibu Maroah selalu menyampaikan betapa pentingnya keterlibatan kaum perempuan dalam merencanakan serta mengambil keputusan di dalam setiap pertemuan,” kata dia.

Tugas KP-SPAMS tidak terbatas hanya pada masalah kebutuhan air minum saja, mereka juga mensosialisasikan juga betapa pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satunya tentang Stop Buang Air Besar Sembarangan. Karena dengan buang air besar sembarangan akan mengundang bibit penyakit yang disebabkan oleh lalat serta pada saat ini untuk mendukung program pemerintah tentang program Stunting.

Ia mengungkapkan, penyebab Stunting salah satunya tentang kurang tersedianya air minum yang layak dikonsumsi oleh masyarakat dan kurangnya pendidikan/pengetahuan tentang penyebaran penyakit dari buang air besar sembarangan.

“Syukur Alhamdulillah perjuangan dari KP-SPAMS dan kader kesehatan dalam mensosialisasikan betapa pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Pekon Semarang Jaya telah sadar untuk stop membuang air besar sembarangan. Pada tahun 2020 ini Pekon Semarang Jaya telah diverifikasi ODF oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung,” tegasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, dalam kerangka perjuangan menegakkan kesetaraan gender, program Pamsimas III membuka peluang yang menekankan pada pentingnya keterlibatan para perempuan, mulai dari struktur kepengurusan, perencanaan, mengemukakan pendapat, sampai pada pengambilan keputusan, keterlibatan perempuan diwajibkan untuk ikut berproses didalamnya.

Masyarakat Pekon Semarang Jaya, khususnya kaum perempuan mengapresiasi dilaksanakannya program Pamsimas III ini, menurut mereka melalui kegiatan ini, warga dapat lebih mengenali permasalahan yang ada serta menambah pengetahuan khususnya kaum perempuan, karena dalam semua tahap, dari pemilihan kepengurusan, kegiatan pelatihan, bahkan dalam pelaksanaan, dan perempuan harus turut andil.

“Dengan aktifnya kelompok perempuan dalam pembangunan pekon. Pekon diharapkan dapat menggerakan partisipasi seluruh masyarakat agar menjadi berdaya serta bersama-sama dapat menggerakan pembangunan Pekon Semarang Jaya kearah yang lebih baik,” pungkas dia. (lus/mlo)




Pos terkait