Kecam Pelaku Pencabulan, Jika Perlu Berlakukan Hukuman Kebiri

Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Pesbar, Suryadi, S.Ip, M,M.

Medialampung.co.id – Aksi pencabulan yang dilakukan oleh BH (39), oknum guru Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terhadap belasan anak didiknya mendapat perhatian dari berbagai pihak. Tak terkecuali Karang Taruna Kabupaten Pesbar juga mengecam keras perbuatan pelaku yang tega mencabuli anak didiknya itu.

“Kami sangat mengecam keras perbuatan pelaku itu. Dengan terungkapnya kasus pencabulan itu kita mendukung langkah penegak hukum, dan diharapkan aparat penegak hukum dapat menghukum pelaku dengan hukuman seberat-beratnya, jika perlu diberlakukan hukuman kebiri kimia,” kata Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Pesbar, Suryadi, S.Ip, M,M., Kamis (13/1)

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, perbuatan pelaku jelas sangat berdampak, bukan hanya terhadap para korban yang memang masih duduk dibangku SD, tapi juga dampak lainnya  terhadap Kabupaten Pesbar. Terlebih, pelaku merupakan seorang guru yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

“Karang Taruna Pesbar sangat prihatin dengan adanya kejadian pencabulan dengan korban mencapai belasan siswinya itu, dan ini jelas merupakan tindakan bejat yang merusak generasi penerus,” jelasnya.

Masih kata dia, pihaknya juga berharap agar seluruh stakeholder terkait untuk terus bersama-sama ikut memantau kondisi para korban pencabulan tersebut, karena jelas para korban yang rata-rata masih duduk dibangku kelas IV hingga VI SD itu cukup mengalami trauma berat. Sehingga itu harus mendapat pendampingan yang intens dari semua pihak terutama pihak-pihak terkait.

“Kita juga rencananya akan melakukan kunjungan terhadap anak-anak yang menjadi korban pencabulan tersebut, salah satunya untuk mengetahui kondisinya maupun untuk memberikan semangat terhadap anak-anak tersebut yang merupakan generasi masa depan bangsa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh Ba (39), oknum guru SD di Kecamatan Lemong, Pesisir Barat mencapai 14 orang. Lokasi kejadian di sekolah dan kediaman Ba.

Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman, S.Ik., mengatakan, perbuatan bejat Ba terungkap setelah salah seorang anak menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya. Modus yang digunakan Ba, menyuruh salah seorang siswa untuk memanggil rekannya ke perpustakaan.

Lalu oknum PNS yang tinggal di Pekon Pugung Penengahan, Kecamatan Lemong itu mengimingi siswa untuk dijadikan anggota paskibra. 

“Untuk modusnya, pelaku beralasan jika ingin menjadi anggota paskibra harus mengikuti tes fisik,” kata AKBP Hadi Saepul Rahman, dalam ekspose, Rabu (12/1).

Saat itu Ba membuka pakaian korban dan mencabulinya. Korban kemudian meronta dan lari menuju rumahnya. Melihat ada yang tidak beres, ibu korban menanyakan kepada anaknya. Mendengar pengakuan sang anak, orang tua korban melapor ke Polsek Pesisir Utara. Ba diamankan di kediamannya, Jumat (7/1).

“Berdasar hasil penyelidikan yang kami lakukan, pelaku menjalankan aksi bejatnya itu sejak Maret 2020 lalu hingga terakhir Desember 2021, saat salah satu keluarga korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pesisir Utara,” sebut dia.

Awalnya hanya ada satu keluarga korban yang melapor. Namun setelah dilakukan pengembangan, pelaku mengaku telah mencabuli 14 siswi yang berusia antara 8-11 tahun.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait