Kecamatan Gedungsurian Sosialisasikan IDM-SDGs Desa

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat menjadi kecamatan keempat yang mensosialisasikan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Desa yang merupakan salah satu prioritas realisasi Dana Desa (DD) 2021, sebagai bagian dari proses untuk melaksanakan 18 tujuan pembangunan desa berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan, di buka oleh Camat Gedungsurian, M. Agus Setiawan, M.M, Jumat (9/4), diikuti oleh seluruh peratin, juru tulis dan operator pekon yang ada di kecamatan setempat, dan sebagai narasumber adalah koordinator Tenaga Ahli Pendamping Desa Lampung Barat (P3MD) Anton Hilman, S.Si., bersama Pendamping Lokal Desa setempat.

Bacaan Lainnya


Dalam sambutannya, Camat Agus mengatakan dasar dari kegiatan tersebut adalah Surat Sekretaris Daerah Lampung Barat perihal Pemutakhiran Data IDM berbasis SDGS Desa. IDM kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun sejak 2017, sebagai proses menilai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa terkait dengan pelaksanaan undang-undang tentang desa dengan dana desanya.

Disampaikan Agus, pada tahun 2020 di Kecamatan Gedungsurian sudah ada dua pekon mandiri, yaitu Pekon Trimulyo dan Pekon Gedungsurian, oleh sebab itu dirinya berharap hasil pembangunan dan pemberdayaan yang dilakukan pekon selama setahun terakhir yang dalam perencanaannya mengacu atau memepertimbangkan hasil IDM akan membuahkan hasil yang bagus.

Dan agenda yang penting, setelah kegiatan SDGs dan IDM ini adalah membahas terkait dengan Badan Kerjasama Antar Desa atau BKAD yang sangat dibutuhkan pekon, untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak pekon di kecamatan tersebut. 

Terkait dengan kegiatan SDGs disampaikan olehnya, agar kelompok kerja dapat melaksanakan pendataan dengan baik, tepat waktu dan data yang akurat.

Sementara itu, dalam pengantarnya sebelum menyampaikan materi terkait IDM dan SDGs Desa, Koordinator Pendamping Desa Anton menyampaikan ucapan terimakasih kepada camat dan seluruh staf kecamatan yang telah memfasilitasi pelaksanaan sosialisasi dan pembekalan pokja, dan juga pihaknya mengapresiasi kinerja pendamping setempat, karena ditengah kekurangan personil, tetap eksis dan progres kerjanya dapat berjalan normal.

Disampaikan oleh Anton, disepakati untuk rencana kerja tindak lanjut pasca pertemuan tersebut adalah, pekon akan memperbanyak kuesioner dan akan diserahkan ke pemangku pada senin mendatang. Dan sesuai dengan yang ada di surat Sekda Lambar, bahwa target IDM adalah pada pertengahan maret dan SDGs selesai pada 15 Mei 2021.

Dilihat dari jumlah penduduk, Pekon Puramekar yang terbesar dengan hampir 4500 jiwa dan 1300 KK.

”Ini akan membutuhkan waktu, tenaga dan sumberdaya lainnya yang luar biasa, akan dilakukan pendataan terhadap 4500an jiwa, mendata 1300 Kepala Keluarga (KK). Kemudian di input ke aplikasi dan di upload, dan hasil analisa akan dilakukan oleh aplikasi yang telah disiapkan Kemendes PDTT,” jelasnya. 

Anton berharap, semoga dalam 1 minggu kedepan di seluruh kecamatan telah dilakukan kegiatan sosialisasi dan pembekalan kepada pekon, khususnya pokja, sehingga segera dapat langsung melakukan pendataan atau survei.

Peratin Puramekar, Anderi menyampaikan kesiapan pekon yang dipimpinnya menyukseskan kegiatan tersebut. Meskipun jumlah penduduk mencapai 4500an jiwa, namun dirinya optimistis tim petugas mampu menyelesaikan pemutakhiran data. (r1n/hrs/mlo)




Pos terkait