Kehadiran Guru Tak Bisa Digantikan oleh Teknologi

  • Whatsapp
Kassubag TU Kemenag Lambar Marian Hasan M.Pd.I

Medialampung.co.id – Ditengah pandemi Corona Virus Disesase (Covid-19) yang merambah Indonesia ternyata mampu membukakan mata bahwa kehadiran guru tidak bisa tergantikan oleh teknologi.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kasubag TU Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Barat Marian Hasan M.Pd.I., dalam menyikapi kegiatan belajar yang dilakukan dalam jaringan (daring).

Bacaan Lainnya


“Orang boleh mengagungkan teknologi. Orang boleh berkata bahwa kemajuan pendidikan diukur dari sarana yang berbasis teknologi. Namun, baru dua sampai tiga minggu ini pembelajaran diterapkan dengan teknologi, ternyata anak anak sudah mulai bosan. Pembelajaran dianggap melelahkan, menjenuhkan,  dan lainnya,” kata Marian saat ditemui di ruang kerjanya. 

Menurutnya, kehadiran guru memang tidak dapat digantikan dengan teknologi saja. Meskipun pembelajaran daring ini telah menggunakan zoom sehingga dapat bertatap muka langsung, namun kehadiran guru sebagai ruh pembelajaran di kelas tetap dirindukan siswa.

“Kehadiran sosok sebagai seorang dengan kelihaiannya mengolah kata, dengan kelembutan tuturnya, dan dengan kemenarikan sikapnya mendapatkan tempat tersendiri di hati anak anak. Bayangkan sudah berapa tahun teman teman mengajar, tetapi sosoknya tetap dirindukan kehadirannya oleh anak anak,” imbuhnya. 

Sementara, saat ini hanya diselingi beberapa waktu saja dengan media daring, para siswa sudah tidak sabar lagi menunggu kehadiran guru kembali di dalam kelas. Sehingga ia mengajak seluruh tenaga pendidik di madrasah harus berbahagia karena kehadirannya selalu dinanti. 

“Meski begitu, kami meminta para guru dan peserta didik supaya bisa beradaptasi pembelajaran menggunakan sistem daring. Dan kita berharap dan berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan seperti biasa,” harapnya.

Seperti diketahui, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung meliburkan aktivitas belajar mengajar para siswa dan santri di madrasah dan pondok pesantren dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Jika sebelumnya masa libur dijadwalkan sejak Selasa-Minggu (17-29/3), kini diperpanjang hingga 22 April mendatang. (edi/mlo)



Pos terkait