“Keisya” Balita Penderita Tumor Tulang Butuh Bantuan

  • Whatsapp
Kondisi kaki kanan Keisya Talika yang didiagnosa mengidap Tumor Tulang mengalami pembengkakan

Medialampung.co.id, SEKINCAU – Tidak memiliki biaya. Dan tidak mengantongi kartu jaminan kesehatan, untuk melakukan pengobatan secara medis. Keisya Talika, anak berusia Dua tahun, warga Lingkungan Rejosari Kelurahan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) buah hati pasangan suami istri (pasutri) Juli Pirdian, dan Riska Yumaili yang didiagnosa tumor tulang, hanya merintih menahan sakit. Dan menunggu belas kasih dari para dermawan untuk biaya pengobatannya.

Lurah Sekincau Juarsa, S.Kom, menyebutkan sekitar Satu bulan lalu, Keisya terjatuh saat sedang berjalan-jalan dirumah. Namun kejadian yang menimpa putri kecil itu dianggap hal biasa yang lumrah terjadi pada anak-anak balita seusianya. Meskipun dampak dari jatuh yang dialaminya menyebabkan sang anak terus merintih karena rasa sakit dibagian kaki kanan yang diperkirakan mengalami salah urat (keseleo).

Bacaan Lainnya



Karena tidak sembuh-sembuh bahkan terjadi pembengkakan pada paha kakinya tersebut. Keisya pun diantarkan berobat pada seorang tukang urut. Tapi upaya yang dilakukan tidak berhasil melainkan justru bertambah parah.

Merasa khawatir akan kondisi yang dialami sang buah hati, dengan dana seadanya ke dua orangnya menghantarkan sang buah hati pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) Liwa. Namun dari hasil pemeriksaan balita itu didiagnosa mengidap Tumor Tulang yang penyebab dirinya terjatuh karena kondisi tulang kropos.

Akan tetapi, meski telah diketahui penyakitnya tersebut. Sang bocah justru dibawa kembali pulang. Dan saat ini tinggal dirumah pamannya di Pekon Giham sukamaju. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran tidak adanya biaya pengobatan.

Disebutkan Juarsa, kondisi keuangan keluarga kecil tersebut memang cukup memprihatinkan, dimana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja mengandalkan kerja upahan sebagai buruh kasar. Bahkan selama ini keluarga kecil itu tinggal dirumah kontrakan yang sebelumnya menjadi kontrakan kedua orang tua Julian.

Lanjutnya dari keterangan Julian. Dia dan isitrinya dulunya sempat masuk program BPJS, tapi sudah lama kartu BPJS tersebut tidak bisa digunakan lagi karena tidak pernah di bayar. Dan dalam data BPJS Keisya sendiri belum terdaftar.

“Melihat dan mengetahui kondisi keuangan yang dan musibah yang dialami kelurga kecil tersebut, muncul keprihatinan dari warga dengan memberikan sumbangan (donasi) untuk pengobatan anak malang tersebut. Tentunya kami berharap adanya perhatian dan sumbangsih, belas kasih dari masyarakat lainnya maupun pemerintah untuk mendukung pengobatan Keisya yang masih memiliki harapan besar untuk kembali pulih. (rin/mlo)



Pos terkait