Kejar Terwujudnya Geopark Suoh, Pemkab Lambar Kunjungi Badan Geologi KESDM

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebagai salah satu upaya dalam rangka mempercepat terwujudnya Kawasan Geopark Suoh dan Danau Ranau. Kepala Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si bersama Kepala Bagian (Kabag) Sumberdaya Alam (SDA) Setdakab Lambar Eric Endrico, S.T,  berkujung ke Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (KESDM) Jl. Diponegoro No. 57 Bandung, Jumat (14/2).

Kedatangan Kepala Bappeda bersama Kabag SDA Lambar tersebut disambut oleh Penyelidik Bumi Utama Badan Geologi KESDM  Ir. Oki Oktariadi, M.T.

Bacaan Lainnya



“Pemerintah daerah berencana akan mewujudkan Geopark Suoh dan Danau Ranau, jadi kita  berkunjung ke Badan Geologi KESDM untuk melakukan penjajakan. Dalam pertemuan itu saya menyampaikan langsung rencana Pemkab Lambar untuk mewujudkan Geopark Suoh,” ujar Okmal.

Masih kata dia, dalam pertemuan tersebut, Oki Oktariadi sangat mendukung rencana Pemkab Lambar untuk mewujudkan Geopark Suoh dan Danau Ranau.

Geopark merupakan perwujudan 3 komitmen Lambar sebagai Kabupaten Literasi, Kabupaten Konservasi, dan Kabupaten Tangguh Bencana. Kemudian Suoh-Ranau merupakan satu geosite, menambah keunikan Geopark Lambar, jadi tinggal bagaimana mengemasnya menjadi Geo-Education untuk wisata minat khusus.

Selain itu, perlu dibentuk bentuk tim percepatan Geopark Lampung Barat, karena secara proses bisa memakan waktu hingga 2 tahun untuk penetapannya. “Geopark juga sebagai Bufferzone untuk  Kabupaten Lambar yang rawan kebencanaan geologi, karena didalam Geopark terdapat cagar alam geologi sebagai zona intinya, untuk itu kawasan geopark juga harus memuat zona pemanfaatan guna mendukung kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Okmal,  kebermanfaatan utama geopark adalah pada adanya keterlibatan masyarakat. Jika Geopark tidak ada kontribusi bagi masyarakat dan peran serta masyarakat tidak ada akses untuk itu maka bukan menjadi Geopark Serta Geopark dan cagar alam geologi tidak dibatasi secara luasan. Selama dalan satuan luasan terdapat suatu keunikan geologi (fosil, bentang alam, dan jenis batuan dan proses pembentukan), bisa diusulkan sebagai Geopark.

“Yang jelas beliau bersama timnya siap untuk membantu Kabupaten Lambar dan rencananya beliau akan menjadi nara sumber pada kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrebnag) tingkat kabupaten yang dilaksanakan pada Maret mendatang di Kecamatan Bandarnegeri Suoh,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait