Kejari Pringsewu Selesaikan Perkara Dugaan Penadahan dengan Restorative Justice

  • Whatsapp
Perkara tindak pidana umum dugaan penadahan handphone Oppo A9, dengan terdakwa R.A.S (18) diselesaikan kejati Pringsewu berdasarkan Restorative Justice/Keadilan Restoratif

Medialampung.co.id – Kejaksaan Negeri Pringsewu menempuh penyelesaian perkara tindak pidana umum dugaan penadahan handphone Oppo A9, dengan terdakwa R.A.S (18) berdasarkan Restorative Justice/Keadilan Restoratif, Rabu (3/11).

Handphone tersebut oleh terdakwa ternyata digunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan sekolah online/daring. 

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Ade Indrawan, didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Adi Sudiharto, dan Kepala Seksi Intelijen Median Suwardi, mengatakan, penyelesaian perkara melalui Restorative Justice yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Pringsewu dilaksanakan berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia No.15/2020 tentang Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Penegakkan Hukum berdasarkan keadilan Restoratif terhadap perkara pidana yang disangka melakukan tindak pidana Penadahan yang melanggar Pasal 480 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 Tahun, dengan Terdakwa R.A.S (18),” terang Kajari Pringsewu Ade Indrawan, SH.

Dimana pelajar SMK tersebut diduga melakukan penadahan terhadap 1 (satu) unit handphone Oppo A9, yang dipergunakan oleh Terdakwa sebagai sarana untuk melakukan kegiatan sekolah online/ daring.

Dalam pelaksanaan penyelesaian berdasarkan Keadilan Restoratif dalam perkara tersebut, terlebih dahulu dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait. Selanjutnya untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

“Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative dilaksanakan dengan asas keadilan, kepentingan umum, proporsionalitas, pidana sebagai jalan terakhir, cepat sederhana dan biaya ringan, sehingga masyarakat dapat secara langsung merasakan Kemanfaatan dari Penegakkan Hukum,” bebernya. (sag/mlo)

Pos terkait