Kejati Lampung Sita Dua Aset Tersangka Korupsi Pengadaan Bantuan Benih Jagung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Lampung menyita aset milik IM, tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan bantuan benih jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian untuk Provinsi Lampung 2017 lalu, Jumat (7/5).

Tersangka IM merupakan pihak swasta atau rekanan, dalam kegiatan proyek pengadaan bantuan benih jagung dengan perkiraan kerugian negara ditaksir mencapai Rp8 miliar.

Bacaan Lainnya

Kasipenkum Kejati Provinsi Lampung, Andrie W Setiawan menjelaskan, saat ini  pihaknya menyita dua aset bangunan yaitu, satu unit rumah mewah terletak di daerah Bataranila, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

“Sementara satu unitnya lagi. Itu Gudang di sekitar daerah Kecamatan Sukabumi, Kota Bandarlampung,” ungkap Andrie.

Penyitaan tersebut, lanjutnya, sebagai salah satu upaya penyidik untuk mengejar pemulihan atau pengembalian kerugian keuangan negara yang ditimbulkan oleh tersangka.

Andre menuturkan, penyitaan tersebut berdasarkan dengan Surat Keputusan Nomor: 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK. dan Nomor: 9/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK.

“Hal ini atas penetapan Ketua Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kelas I A Bandarlampung,” lanjutnya.

Selain seorang rekanan, Kepala Kejati Lampung Heffinur juga telah menetapkan dua orang ASN Provinsi Lampung sebagai tersangka terkait kasus tersebut.

Kedua ASN itu, diketahui pernah bertugas di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung di saat dugaan korupsi tersebut terjadi.

“Perkara ini berawal dari kegiatan penyelidikan dengan sumber awal laporan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap pemeriksaan Kementerian Pertanian,” pungkas Andre.(*/mlo)




Pos terkait